|
Sinyal dan Alat Komunikasi Tak Optimal
Senin, 04 Juli 2005 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berjanji akan mengumumkan laporan awal soal kecelakaan kereta di Pasar Minggu, Jumat (8/7). Berdasarkan temuan dari investigator, ditemukan bahwa sinyal blok dan alat komunikasi kurang berfungsi optimal sehingga ikut andil dalam kecelakaan tersebut.
Hal ini dikatakan oleh investigator Keselamatan Transportasi Ruth Hanna Simatupang saat ditemui di Rumah Sakit UKI, Senin (4/7). “Sinyal blok ini terlalu peka, kadang berfungsi kadang tidak berfungsi. Ini juga ikut jadi penyebab dan harus diperbaiki,”kata Ruth.
Menurut Ruth, sinyal blok yang dinilai bermasalah ini yakni sinyal Blok 201, 202, dan sinyal blok 203. Sinyal blok itu, saat ini bekerja secara otomatis. Namun terlalu peka terhadap getaran atau hal-hal lain. Hal lain yang juga ditemukan sebagai hambatan yakni karena jalur kereta api yang agak membelok sebelum masuk ke Stasiun Pasar Minggu.
Selain itu dari temuan tim investigator KNKT, pihaknya melihat alat komunikasi yang dipakai pun kurang berfungsi dengan baik. Kurang optimalnya fungsi tersebut membuat informasi yang masuk kurang diterima dengan baik pula. “Mereka pakai Handy Talky, bukan telpon. Jadi komunikasinya putus-putus,”kata Ruth lagi. Dian Yuliastuti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Penumpang kereta api/ KA bergelantungan dan duduk di atas kereta api saat melintas di Kemayoran Lama, Jakarta, 18 Mei 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/405/2002; 20020601 ].](/hg/photostock/2005/03/28/s_K7A40501_high_thumb.jpg) |
![Tabrakan kereta api/ KA di Ratu Jaya, Depok [ TEMPO/ Donny Metri ; 20d/285/94; 20010322].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010401-082](/hg/photostock/2005/01/28/s_BUStabrak3_high_thumb.jpg) |
|
|
| Tabrakan Kereta Api Ratu Jaya
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|