|
Kuota BBM di DKI Dikurangi
Senin, 04 Juli 2005 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Guna penghematan, kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk DKI Jakarta mulai 2 Juli lalu dikurangi sebesar lima persen untuk pusat kota dan 10 persen untuk pinggir kota dari suplai perhari.
“Kebijakan itu khusus berlaku untuk Sabtu dan Minggu,” asisten bidang perekonomian Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ma’mun Amin, Senin (4/7).
Dari hasil pantauan Pemda DKI bersama Pertamina, stok bbm di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih aman, termasuk stok didepo BBM di Plumpang Jakarta Utara. “Untuk stok premium masih tahan untuk 14 hari,” kata Ma’mun.
Ia menyebutkan, khusus untuk minyak tanah sampai saat ini belum ada pengurangan kuota untuk penghematan. Namun, Pemda DKI sudah berkerja sama dengan Biro Pusat Satistik (BPS) untuk mendata jumlah kebutuhan riil minyak tanah bagi rumah tangga dan industri kecil di DKI. Tujuannya, agar suplai minyak tanah dari Pertamina sesuai dan tidak menyimpang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Fauzi Bowo khawatir Pemda DKI akan disalahkan jika terdapat kelangkaan BBM. Padahal jalur dari industri hulu ke pangkalan merupakan tanggung jawab Pertamina. “Kalau untuk minyak tanah Pemda bisa mengawasi distribusi dari pangkalan sampai pengguna,” ujarnya. Badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|