|
Bekasi
Unisma Gandeng Iowa Tingkatkan Mutu Pendidikan
Senin, 04 Juli 2005 | 13:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Universitas Islam'45 (Unisma) Bekasi menggandeng The University Of Iowa dalam program peningkatan mutu pendidikan di kedua perguruan tinggi. Penandatangan Letter of Intent (LoI) di kampus Unisma, Jl. Cut Mutiah No. 83, kota Bekasi.
Rektor Unisma, Haris Budiyono, mengatakan, peningkatan mutu pendidikan kedua perguruan tinggi akan dilaksanakan dalam beberapa macam program. Meliputi kerjasama riset dan program kesarjaan, pengadaan proyek pendidikan, dan pertukaran mahasiswa. Ia menyebutkan program kerjasama tersebut meliputi semua ranah kajian fakultas yang dimiliki oleh Unisma.
Dia berharap melalui pengembangan mutu pendidikan di Unisma dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bekasi, "Saya melihat pentingnya peningkatan mutu pendidikan bagi kedua perguruan tinggi yang berbasis pada pengembangan masyarakat lokal," kata Haris.
Haris mengungkapkan Unisma memiliki 2.972 mahasiswa. Sejumlah mahasiswa tersebut tersebar dalam enam fakultas dengan 21 jurusan. Keenam fakultas terdiri dari Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Teknik (FT). Perguruan tinggi memiliki 95 dosen.
Rektor the University of Iowa, David J Skorton, menyambut baik kerjasama tersebut. Kata dia, saat ini pengembangan mutu pendidikan di perguruan tingginya sedang menitikberatkan pada tiga hal. Pertama, kerjasama pengembangan kapasitas masyarakat dengan masyarakat (People to people cooperation).
Ia menyebutkan hal ini berdasarkan fakta bahwa kedua perguruan tinggi merupakan perguruan tinggi yang memiliki basis masyarakata lokal. Sangat penting bagi keduanya untuk mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat lokal.
"Posisi kedua kampus yang terletak pada daerah non ibukota memberikan kesadaran akan pentingnya pasrtisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan pendidikan," ujar David.
Kedua, terdapat sekitar sepuluh persen mahasiswa asal Asia dari 30 ribu mahasiswa di perguruan tingginya. Angka ini mencakup 20 mahasiswa asal Indonesia yang belajar di sana. Fakta ini memberikan gambaran budaya Asia memberikan warna bagi kekayaan budaya negaranya. Oleh karena itu pihaknya berharap program kerjasama ini dapat meningkatkan studi budaya antar kedua negara.
Siswanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|