Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kecelakaan KA di Pasar Minggu

Nasib Sepasang Kaki Korban Kecelakaaan
Sabtu, 02 Juli 2005 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kaki Siti Masamah (Amah) akan dibawa pulang keluarganya untuk dikuburkan. Aman korban kecelakaan kereta api di Pasar Minggu yang selamat, namun kehilangan sepasang kakinya. Ambulan mengangkut kaki korban yang sudah disiapkan di samping kamar jenazah Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Jakarta Timur.

Menurut ayah Siti, sepasang kaki putrinya itu akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarganya. Namun keluarga yang datang sebelum kaki dibawa akan melihat terlebih dulu kondisinya. "Nanti memang akan segera dibawa pulang, tapi nunggu keluarga dulu. Karena keluarga yang sudah datang menjenguk belum melihat keadaan Amah dan kakinya. Setelah dilihat barulah akan dibawa pulang,"kata Ahmad Bajuri, ayah Amah.

Untuk membawa kaki Amah, rencananya keluarga akan membawa dengan angkutan-kota yang telah disewa. Tetapi mengingat kondisi kaki yang sudah mulai membusuk dan berbau, akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa dengan ambulan.

Sementara itu, untuk biaya perawatan dan formalin sepasang kaki tersebut, akan dibebankan ke RS UKI. "Soal biaya untuk formalin tetap ditanggungkan ke rumah sakit. Ini kan nantinya akan dinegosiasikan ke pemerintah, termasuk juga biaya pengangkutan sampai tempat tujuan," kata bagian jenasah di rumah sakit itu, Divi.

Formalin untuk mengawetkan sepasang kaki tersebut sudah habis Rp 600 ribu. Biaya pengangkutan jenazah untuk dalam dalam kota berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu. Untuk luar kota, tergantung jarak tempuhnya. Rencananya keluarga akan membawa sepasang kaki tersebut untuk dikubur di Rangkasbitung. Biaya untuk kesana diperkirakan bisa mencapai maksimal Rp 1,5 juta. "Namun biaya ini, akan ditanggungkan kepada pihak rumah sakit,"kata Divi.

Dian Yuliastuti

Dari Arsip Majalah TEMPO
Mereka yang Menggerakkan Roda  | 26 Januari 1999
Antara Tanahabang dan Rangkasbitung  | 26 Januari 1999
KA Jabotabek: Sebuah Mimpi Buruk  | 26 Januari 1999
Kereta Liar Penguji Nalar  | 22 Desember 2003
Surat Pembaca | 11 Agustus 2003
Banjir Menggugat Pemerintah  | 18 Maret 2002
Menarik Gerbong Sepanjang Malam  | 04 Pebruari 2002
Lambaian Rupiah di Stasiun Siluman  | 04 Pebruari 2002
Maut Mengintai di Jalur Besi  | 04 Pebruari 2002
Jembatan KA Yang Roboh | 08 Januari 1977
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penumpang kereta api/ KA bergelantungan dan duduk di atas kereta api saat melintas di Kemayoran Lama, Jakarta, 18 Mei 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/405/2002; 20020601 ]. Tabrakan kereta api/ KA di Ratu Jaya, Depok [ TEMPO/ Donny Metri  ; 20d/285/94; 20010322].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010401-082
Penumpang Kereta Api
Tabrakan Kereta Api Ratu Jaya
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BPS : Jumlah Penumpang Kereta Naik 4,5 Persen
Menhub Usulkan Pergantian Manajemen PT KAI
PT KAI: Tidak Ada Kerusakan Sistem Sinyal
Polisi Periksa 6 Saksi Tragedi Pasar Minggu
Korban Tragedi Pasar Minggu Dapat Rp 5 Juta
Pelanggaran Sinyal Penyebab Kecelakaan Kereta
DPR Minta PT Kereta Api Diaudit
Korban Tragedi Pasar Minggu Melahirkan
Korban Tragedi Pasar Minggu Mulai Pulang Ke Rumah
Direktur Utama PT KAI Belum Bisa Memastikan Penyebabnya
> selengkapnya...


Referensi

Tragedi Pasar Minggu

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Kereta Api Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data