|
Hatta Radjasa : Presiden Sudah Tahu dan Prihatin
Kamis, 30 Juni 2005 | 20:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perhubungan Hatta Rajasa memastikan biaya berobat korban tabrakan kereta api pasar Minggu akan ditanggung pemerintah. Mereka yang luka berat, maupun yang luka ringan, santunan itu akan diatur oleh PT KAI bekerja sama dengan perusahaan asuransi.
Hatta belum bisa memberikan komentar tetang penyebab tabrakan kereta. "Kita tunggu hasil KNKI, baru dievaluasi,"katanya di lokasi kejadian.
Hatta memberi ultimatum batas waktu bagi komisi penyelidikan kereta api itu untuk mengetahui penyebab kecelakaan dalam 7 hari. "Bisa karena human error, bisa juga karena kesalahan sistem,"ujarnya.
Jika terbukti karena human error, Hatta memastikan akan ada pemberian sanksi. Sementara hasil dari komisi akan menjadi pedoman untuk melakukan evaluasi.
Menurut Hatta, Presiden Yudhoyono sudah tahu tentang peristiwa ini dan beliau juga merasa prihatin dan duka yang mendalam. Presiden langsung memerintahkan Menteri Perhubungan dan Menneg BUMN untuk evaluasi meningkatkan keselamatan penumpang. Karena itu, pihaknya bertekad harus ada evaluasi mendasar, apalagi sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan kereta di Lampung. "Kereta api apalagi jalur ekonomi merupakan urat nadi, perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,"katanya.
Masalah utama yang dihadapi PT KAI, menurut Hatta, ketertinggalan dalam hal perawatan. Karena keterbatasan dana. "Seharusnya jumlah KRL harus ditambah,"katanya.
Mawar Kusuma
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Penumpang kereta api/ KA bergelantungan dan duduk di atas kereta api saat melintas di Kemayoran Lama, Jakarta, 18 Mei 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/405/2002; 20020601 ].](/hg/photostock/2005/03/28/s_K7A40501_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Setiawan (kanan) didampingi Dirut PT Kereta Api Indonesia/KAI, Omar Berto (kiri) menjawab pertanyaan anggota dewan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IV di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu, 13 November 2002. Pada kesempatan ini dibahas mengenai kesiapan semua angkutan darat, laut dan udara untuk mengantisipasi lebaran/Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru 2003.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021223]](/hg/photostock/2005/02/15/s_BC2002111319_high_thumb.jpg) |
|
|
| Indra Setiawan dan Omar Berto
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|