|
Polisi Mengaku Telah Tahan Masinis Kereta
Kamis, 30 Juni 2005 | 19:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Ghufron menyatakan, polisi telah menahan masinis kereta yang terlibat kecelakaan di Pasar Minggu. Namun, ia menolak menyebutkan identitas sang masinis. "Mereka ada markas Polres sekarang," katanya yang dihubungi, Kamis sore.
Polisi, kata dia, juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saks dan pejabat di stasiun. Dikatakannya, jumlah korban mencapai 59 orang. Sebanyak 39 korban dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo, 14 orang ke RS Fatmawati, dan 10 orang dilarikan ke RS Siaga.
Dua kereta listrik jurusan Bogor-Jakarta bertabrakan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.00 Wib. Korban diperkirakan cukup banyak, karena dua gerbong pertama dari masing-masing kereta dilaporkan rusak berat.
Kecelakaan ini melibatkan KRL Ekspres Pakuan dan KRL Ekonomi dari jurusan yang sama. KRL Ekspres disebutkan ditabrak dari belakang oleh KRL Ekonomi. Ramidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Penumpang kereta api/ KA bergelantungan dan duduk di atas kereta api saat melintas di Kemayoran Lama, Jakarta, 18 Mei 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/405/2002; 20020601 ].](/hg/photostock/2005/03/28/s_K7A40501_high_thumb.jpg) |
![Tabrakan kereta api/ KA di Ratu Jaya, Depok [ TEMPO/ Donny Metri ; 20d/285/94; 20010322].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010401-082](/hg/photostock/2005/01/28/s_BUStabrak3_high_thumb.jpg) |
|
|
| Tabrakan Kereta Api Ratu Jaya
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|