|
Warga Kampung Melayu Tuntut Tambahan Ganti Rugi
Rabu, 29 Juni 2005 | 17:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Kampung Melayu, Jakarta, yang terkena proyek penggandaan rel kereta api (Double Double Track) akan kembali mengirimkan surat kepada Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. Surat mereka ini yang ketiga kalinya ini menuntut kejelasan dan penyelesaian soal kekurangan pembayaran ganti rugi proyek tersebut.
Asroni, salah seorang warga Kampung Melayu yang lahanya terkena proyek tersebut yakin dua surat yang dikirim sebelumnya tak sampai ke tangan Menteri Hatta Radjasa. Kemarin (28/6), 20 warga Kampung Melayu tersebut mendatangi kantor pimpinan proyek Double Double Track dan ingin menemui sejumlah pejabat.
Namun warga, menurut Asroni, dipingpong dan dipersulit untuk mencari bukti surat yang mereka kirimkan. "Kami merasa dipermainkan, dipingpong menemui beberapa orang yang tidak tahu menahu soal urusan ini. Oleh karenanya, Kamis besok mereka akan mengirimkan surat tersebut dan akan langsung meminta kejelasan dari Menteri Perhubungan,"katanya.
Menurut Asroni, penduduk mempunyai data yang kuat soal bukti pembayaran ganti rugi proyek tersebut yang dibayarkan kantor kas negara KP IV Jakarta Timur sebesar Rp 34 milyar lebih. Ditambah pembayaran untuk pembebasan lahan dan honorarium sebesar Rp 4,9 milyar lebih untuk 1.094 pemilik bangunan yang terkena proyek tersebut. Padahal warga mengaku tidak mendapat uang sebesar yang tertulis di kuitansi yang dipertanggung jawabkan ke kas negara.
Dian Yuliastuti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|