|
Penghitungan Suara di Tiga Kecamatan Depok Dihentikan
Rabu, 29 Juni 2005 | 14:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Panitia Pemilihan Kecamatan Pancoran Mas, Cimanggis, dan Sukmajaya hingga Rabu (29/6) siang masih menghentikan proses penghitungan suara pemilihan kepala daerah. Ini dilakukan setelah muncul ketegangan pada Selasa malam di tiga wilayah itu.
Kantor PPK Pancoran siang ini terlihat lengang. Terlihat belasan petugas kepolisian dan TNI berjaga-jaga. "Perhitungan belum dimulai lagi, kami belum tahu kapan," ujar salah seorang petugas.
Pada Selasa sore, terjadi bentrok terbuka nyaris terjadi di kantor itu antara pendukung Badrul Kamal dan Nur Mahmudi Ismail, kandidat terkuat yang bersaing ketat berebut kursi pemenang.
Bahrun, dari Partai Keadilan Sejahtera yang mencalonkan Nur Mahmudi, menyatakan, ketegangan terjadi sekitar pukul 17.00. Saat itu, sekitar 50 orang anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mendesak masuk. Mereka meminta panitia pemilihan menghitung ulang surat suara. Kedua kubu pun nyaris bentrok.
Beruntung aksi tawuran massal dapat dihindari setelah PKS menarik anggotanya. "Kami tak ingin terjadi bentrok, jadi seluruh anggota saya keluar," kata Bahrun.
Kondisi yang sama juga terjadi di PPK Sukmajaya. Sekelompok orang dari berbagai elemen yang merupakan pendukung dari Badrul dan Nur Mahmudi juga sempat bersitegang. Perhitungan juga dihentikan karena panitia merasa ketakutan dan terintimidasi.
Ketua KPUD Depok Zulfadli menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Menurut dia, telah ada laporan di beberapa PPK yang terpaksa menghentikan proses rekapitulasi karena ada intimidasi atau merasa terancam.
Menurut dia, pengumuman hasil pemilihan akan dilakukan pada 3 - 5 Juli. "Tapi lebih cepat lebih baik, kami tidak ingin menunda-nunda waktu terlalu lama," kata Zulfadli. Ramidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|