Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

INCIS : Rapor Sutiyoso Merah
Selasa, 28 Juni 2005 | 18:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Masyarakat DKI Jakarta menilai tingkat keberhasilan kepemimpinan Gubernur DKI, Sutiyoso dalam penanganan berbagai masalah hanya sekitar 40 persen. "Jika dihitung dalam skala 1-10, maka nilai Sutiyoso hanya 4 alias mendapat rapor merah. Ini jadi pekerjaan rumah buat Sutiyoso yang ingin maju dalam pilkada 2007,"ujar Direktur Eksekutif Indonesian Institue for Civil Society (INCIS), Hasan Syadzily di Jakarta Selasa 28/6).

Sepuluh masalah yang menjadi indikator survey terhadap 480 responden adalah penanganan masalah banjir (82,8 persen menanggap Sutiyoso gagal), kemacetan (92,4 persen gagal), pedagang kaki lima (70,4 persen gagal), pemberantasan korupsi di jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta (90,3 persen gagal), tata kota (56,5 persen gagal), penyediaan sarana transportasi nyaman (53,5 persen gagal), pemberantasan kriminal di Ibukota (84,3 persen gagal), penggusuran wilayah pemukiman yang tidak sesuai peruntukan (63,2 persen gagal), urbanisasi (79,9 persen gagal) dan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) (51,9 persen gagal). "Kredit terbanyak dikumpulkan dari indikator transportasi nyaman. Ini karena Sutiyoso menyediakan busway,"ujarnya.

Dari indikator tersebut, Hasan menilai, keberhasilan Sutiyoso diperoleh dari kebijakan-kebijakan yang tidak berorientasi jangka panjang seperti penanganan wabah penyakit dibanding kebijakan-kebijakan yang membutuhkan kemampuan teknis profesional dari aparan dan jajaran pemimpin Pemerintah DKI. "Responden menganggap Sutiyoso lebih berhasil untuk kebijakan yang secara kasat mata membutuhkan represi aparat seperti penggusuran pemukiman liar, penataan pedagang kaki lima dan penanganan tata kota,"katanya.

Sutiyoso juga dinilai gagal dalam peningkatan kinerja pelayanan publik dalam survey itu. Dari 9 indikator pelayanan publik, tingkat keberhasilan Sutiyoso hanya berkisar 40-50 persen saja. Indikator itu yaitu memperjelas prosedur pelayanan (52,1 persen), biaya pelayanan (45,6 persen), memangkas aturan dan persyaratan pelayanan (41,8 persen), memberi keadilan dalam pelayanan (45,6 persen), meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan (48 persen), menghilangkan kutipan (22,2 persen), meningkatkan kemampuan dan keramahan petugas (58,8 persen), meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab petugas (66,9 persen) dan meningkatkan kelengkapan alat dan fasilitas pelayanan (53,6 persen). "Sutiyoso minus dalam pemberantasan pungutan liar, korupsi dan sogokan,"ujar Hasan.

Badriah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Putusan Aman Sementara | 04 April 2005
Menunggu Kompetisi Dibuka | 28 Maret 2005
Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka | 21 Maret 2005
Bajaj? Nehi, Nehi... | 14 Pebruari 2005
Bernapas Lega di Jakarta | 14 Pebruari 2005
Bang Yos | 17 Januari 2005
Tong Sampah DI Teluk Jakarta | 06 Desember 2004
Politisasi Kudatuli  | 26 Juli 2004
Teknologi yang Tak Menjamin | 29 November 2004
Sampah Ditolak, Warga Ditembak | 29 November 2004
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes tukang becak yang tergabung dalam Koalisi Ornop untuk Transparasi Anggaran (KOTA) dengan spanduk Protes oleh Forkot dengan spanduk bertuliskan Sutiyoso pelanggar HAM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tanggal 6 Juni 2000 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 30d/098/2000; 2000/06/19].
Protes Tukang Becak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pakar : Perpres Nomor 36/2005 Disalahgunakan Penyelenggara Negara
Cianjur Menjadi Penyangga Jakarta
Pesta Kembang Api Malam Ini di PRJ
Pemda Kaji Penyerahan SLTP 56
Bentrokan Pecah, Massa Dibawa ke Polres Jakbar
Bentrokan di Permata Buana Sudah Diambang Mata
Presiden : Jakarta Polutif dan Tak Aman
Sedekah di Jalanan Dilarang
Walaupun Merugikan Rakyat, Walikota Tetap Pakai Perpres
Soal Perpres Gubernur Sutiyoso Minta Rembukan
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data