|
Retna Hanani Terima Ahmad Wahid Award 2005
Selasa, 28 Juni 2005 | 04:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Retna Hanani ditetapkan sebagai penerima Ahmad Wahid Award II 2005. Dengan naskahnya yang berjudul 'Berislam Dengan Konteks', mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia ini berhasil membuat dewan juri memilihnya sebagai penerima award, menyingkirkan 4 finalis lainnya.
Retna juga berhak memperleh hadiah berupa uang tunai Rp 30 juta. "Dalam lomba ini tidak ada yang lebih baik atau buruk,"ujar Retna merendah saat memberi sambutan usai dirinya diumumkan sebagai penerima penghargaan itu, pada puncak acara Ahmad Wahid Award 2005, Senin (27/6) malam, di auditorium Wisma Antara Jakarta.
Retna mengaku bahwa dalam perjalanannya beragama, dirinya terinspirasi dari kalimat budayawan Goenawan Muhammad. "Keimanan yang nyata membuat kita pada perenungan yang lebih dalam dan bukan kepastian yang dangkal,"katanya mengutip GM--panggilan akrab bekas Pemimpin Redaksi Majalah Tempo.
Ikhwal perjalanan keagamaan Retna, disinggung juga salah satu dewan juri, Lies Marcoes, saat mengumumkan penerima award. "Retna dilahirkan dalam keluarga muslim yang ketat,"katanya. Retna, menurut Lies, sempat menjadi aktivis buruh yang menggunakan analisa kiri.
Jalaluddin Rahmat yang memberikan orasinya dalam acara itu juga memuji Retna. "Perjalanan Retna adalah bergerak dari kelompok fundamentalisme ke sufisme,"ujarnya.
Ahmad Wahid Award II 2005 diselenggarakan oleh Freedom Institute bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Ciputat (formaci) dan Jaringan Islam Liberal, merupakan acara yang dirancang untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa S1 seluruh Indonesia yang masih bersedia memberikan perhatian kepda dunia intelektuaisme.
Acara ini berupa sayembara penulisan esai yang diselenggarakan mulai bulan Februari 2005 sampai Juni 2005. Dua Tema yang diberikan panitia ; Mahasiswa Mencari Islam Sebuah Refleksi Pribadi dan Fenomena Fundamentalsime di Kalangan Mahasiswa. Tercatat 118 esai yang diterima oleh panitia dan 110 yang lolos seleksi administratif.
Dewan juri terdiri dari, Budhy Munawar Rachman, Hamid Basaid, Dawam Raharjo, Lies marcoes, dan Lily Munir.
Hadir dalam puncak acara, Frans Magnis Suteno, yang memberikan tropi kepada pemenang pertama, Fikri Jufri, Jefry Geofanny, serta Jalaluddin Rahmat. Anugerah Ahmad Wahid Award yang pertama dilaksanakan pada tahun 2003.
Harun Mahbub
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|