Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Awas Formalin di Makanan Kita
Jum'at, 24 Juni 2005 | 15:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara Riana Faiza mengaku tidak bisa menindak pengguna formalin dalam pembuatan ikan asin di tempat pengasinan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. "Itu kewenangan badan pengawas obat dan makanan (POM),"kata Riana, Jakarta, Jumat (24/6).

Suku Dinas hanya bisa melakukan sosialisasi terhadap bahaya formalin. Sosialisasi dilakukan dengan mengedarkan brosur dan berbagai penyuluhan. "Kami tidak bisa berbuat banyak. karena menyalahi wewenang,"katanya. Meski demikian, Riana mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan formalin digunakan di tempat pengasinan Muara Angke yang telah berdiri sejak 1976 itu.

Riana mengklaim, selama ini belum ada pemberian sanksi terhadap pengguna formalin. Namun, ia minta kalaupun ada penindakan, hal itu dilakukan kepada seluruh pengguna bukan hanya ikan asin saja. "Yang pake formalin banyak ada tahu, bakso, mie, dan makanan lainnya. Jadi jangan cuma ikan saja,"ungkapnya.

Penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan sesungguhya telah dilarang sejak tahun 1982. Hal ini dikuatkan dengan Undang-Undang No 7/1996 tentang Perlindungan Pangan.
Menurut Mahasiswi S3 Kelautan IPB Bogor ini, pengendalian penggunaan formalin bagi makanan seharusnya dilakukan dengan memperketat penjualan formalin. "Formalin harusnya jangan dijual bebas,"ungkapnya.

Penggunaan formalin diakui oleh beberapa pekerja pengasinan yang ditemui wartawan di tempat pengasinan ikan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. "Benar pake formalin. Tapi kadang-kadang kalau mendesak,"kata seorang pekerja sebut saja Udin, 27 tahun.

Menurut Udin, formalin digunakan karena bisa mempercepat pengeringan ikan. Jika menggunaka garam saja, proses pengasinan ikan membutuhkan waktu sampai tiga hari. Sedangkan, jika ditambah formalin hanya setengah hari saja. Jika menggunakan garam saja, untuk mengeringkan satu kilogram ikan dibutuhkan satu kilogram garam. Sementara, seperempat liter formalin ditambah dua kilogram garam bisa mengasinkan lima kilogram ikan.

Menurutnya, penggunaan formalin biasanya hanya pada ikan besar seperti tongkol, cumi, dan jambal. Sedangkan, pada ikan kecil jarang digunakan karena cepat kering.

Ewo Raswa

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tips Kesehatan | 11 April 2005
Bila Keramas Mengundang Cemas | 11 April 2005
Tips Kesehatan | 04 April 2005
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Mudahnya Berburu Mahkota Dewa | 04 April 2005
Menguji Rahasia Lama | 04 April 2005
Humanitarian Intervention | 28 Maret 2005
Tips Kesehatan | 28 Maret 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Berkembang di Tubuh yang Lemah | 28 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ]. Suasana penderita sroke yang sedang menjalani terapi  di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ].
Stroke
Stroke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

630 Balita Jakarta Utara di Bawah Garis Merah
Pantai Utara Tangerang Daerah Endemik Muntaber
Janji Surga Presiden Yudhoyono
Penderita Gizi Buruk di Sultra 783 Balita
Kurang Gizi, Ditawari Masuk Panti Asuhan
Depkes : Waspadai Virus Flu Burung Serang Manusia
RS Koja Rawat Tiga Penderita Gizi Buruk
Menkes Akan Gugat Balik Keluarga Korban Polio
Korban Meninggal Busung Lapar NTB Bertambah
Lumpuh Layuh Juga Serang Lampung
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data