|
Aset Tersangka Korupsi KPUD Akan Disita
Jum'at, 24 Juni 2005 | 03:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aset tersangka korupsi KPU DKI Jakarta akan disita Kejaksaan Tinggi DKI mulai besok, Jumat (24/6). Tim penyidik kejaksaan tinggi mulai menelusuri seluruh aset, baik rumah maupun mobil milik Ketua KPUD Mohamad Taufik, Bendahara KPUD Neneng Euis Pahlopi dan Ketua Divisi II Ariza Patria.
"Baik aset atas nama para tersangka maupun istri dan anak akan disita," ujar Ketua Tim Penyidik Jaksa Muda Syaiful Thahir didampingi anggota tim Desy Meuthia Firdaus dan Bangkit Sormin kepada Tempo di ruang kerjanya kemarin.
Kemarin kejaksaan menyegel rumah Neneng di Jalan Setu, Desa Telajong, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Namun, rumah berukuran 200 meter persegi yang baru selesai dibangun Januari 2005 itu tidak digeledah, karena kunci rumah itu dipegang oleh suami Neneng, H Makmur. "Kami menyegel dulu agar tidak kecolongan," ujar kaksa Pratama Bangkit Sormin.
Sebelumnya, Rabu (22/6), pihak kejaksaan menemukan tiga karung dokumen KPUD DKI di rumah Sarti, tetangga Neneng. Karung itu berisi surat pertanggungjawaban dana taktis operasional, buku kas anggaran tahun 2004, disket, buku kas umum daerah, bahkan stempel restoran dan katering. "Untuk apa stempel kalau bukan untuk membuat dokumen palsu," ujar jaksa penyidik Desy. Ia menambahkan, sejak awal Neneng menyembunyikan dokumen.
Seorang tetangga, Siti, 60 tahun, menceritakan, Neneng hanya sesekali mengunjungi rumah barunya itu dengan berganti-ganti mobil. "Neneng datang pukul 2-3 dini hari dan pulangnya nggak ketahuan," ujar Bidung, ketua RT setempat.
Seusai penyegelan rumah Neneng, pihak kejaksaan langsung menyusuri salah satu rumah mewah Ketua KPUD Taufik di Perumahan Raffles Hills, Cibubur, Depok, untuk memastikan bahwa rumah itu benar milik Taufik. "Kami berusaha mengembalikan kerugian negara. Aset-aset para tersangka akan kami cari," ujarnya. Hari ini rumah Taufik juga akan disegel.
Pengacara Neneng, Hadi Warman, membantah kliennya menyembunyikan dokumen. Menurut dia, Neneng hanya berupaya mengamankan. "Neneng panik," ujarnya ketika ditanya kenapa disimpan di rumah.
badriah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|