|
Cianjur Menjadi Penyangga Jakarta
Kamis, 23 Juni 2005 | 11:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kabupaten Cianjur ditetapkan menjadi kawasan penyangga hijau Ibu Kota Jakarta, selain Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Sebagai kawasan penyangga, Cianjur akan dikembangkan menjadi lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi.
Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri Progo Nurdjaman pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta kemarin. Menurut dia, penambahan kawasan penyangga melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan lima kepala daerah pada 16 Juni. Sebelumnya, daerah penyangga Ibu Kota hanya Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, kemudian diperluas dengan Depok dan Cianjur.
"Sebagai daerah penyangga, Cianjur akan dikembangkan sehingga ada kerja sama yang seimbang antara lingkungan hidup, lingkungan sosial, dan lingkungan ekonomi," kata Progro.
Dalam kesempatan itu, Progo menyampaikan permintaan Menteri Dalam Negeri agar penandatanganan kesepakatan bersama ditindaklanjuti dengan membentuk lembaga yang berwenang melakukan koordinasi, perencanaan, dan evaluasi. Diharapkan pembangunan kawasan di enam daerah dapat sinkron dan terpadu.
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan, kerja sama dengan lima daerah penyangga ditujukan untuk menyelesaikan problem Ibu Kota yang semakin kompleks. Dia mengakui, pihaknya tidak mungkin dapat menyelesaikan masalahnya sendirian. Sebab, permasalahan yang dihadapi Jakarta melingkupi permasalahan lintas batas wilayah. "Kerja sama itu untuk mengatasi berbagai masalah lintas batas dan kendala teknis lainnya," ujarnya.
Di tempat terpisah, juru bicara pemerintah DKI Catur Laswanto menjelaskan, perjanjian yang difasilitasi Menteri Dalam Negeri itu memuat hal-hal umum agar pembangunan di kawasan menjadi terintegrasi.
Catur mencontohkan, penanganan masalah banjir tahunan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh DKI Jakarta. "Bisa saja bekerja sama membangun waduk-waduk untuk mengalihkan air sementara sebelum masuk ke Jakarta," katanya.
ahmad fikri
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|