|
Setelah Tol Cipularang Dibuka
Tol Jakarta-Cikampek Semakin Sering Macet
Rabu, 22 Juni 2005 | 11:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kemacetan kini semakin akrab dengan jalur tol Jakarta-Cikampek. Menurut petugas informasi PT Jasa Marga Cabang Cikampek, ini terjadi karena dampak dibukanya ruas tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang).
"Jadi kalau dari Bandung, sekarang memilih jalur Cikampek, lebih cepat. Kalau dulu, mereka biasa lewat Puncak," kata Asworo, petugas informasi tol, Rabu (22/6).
Untuk jalur B (Cikampek-Jakarta), tingkat kepadatan arus lalu lintas meningkat menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum jalur tol Cipularang dibuka. Volume kendaraan yang melintas pada pukul 14.00 WIB kini rata-rata mencapai 50 kendaraan permenit. ?Hampir sama seperti lebaran," kata Asworo.
Dari pemantauan Tempo pada Rabu pagi sampai pukul 10.00 WIB, kecepatan rata-rata kendaraan menuju Jakarta hanya mencapai 0-10 kilometer perjam. Sejak pagi, mobil pun berjalan merayap. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan hingga mencapai 24 kilometer.
Puluhan kendaraan pribadi yang hendak memasuki gerbang tol Bekasi Barat II, tampak memutar kembali. Mereka beralih ke jalur jalan biasa menuju jalur Jalan Ahmad Yani dilanjutkan ruas jalan KH Noer Alie (Kalimalang).
Sementara itu, telepon di pusat informasi jalan tol PT Jasa Marga Cabang Cikampek, sejak pagi terus berdering. Pengguna jalan protes karena kecewa. Menurut Asworo, puluhan pengguna jalan mempertanyakan kenyamanan jalan tol yang terhambat akibat kemacetan.
Kepadataan arus lalu lintas yang terjadi tersebut, kata Asworo, sudah diluar jangkauan pengelola jalan tol. Padahal, pada hari biasa, kemacetan di jalan tol tidak sampai separah itu. "Kami juga kaget, kemacetan seperti ini jarang-jarang terjadi. Kemacetan ini panjangnya sekitar 24 kilometer sampai di Pancoran," tutur dia. Siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|