|
Ratusan Pasien Muntaber Penuhi Puskesmas Sepatan
Selasa, 21 Juni 2005 | 11:52 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Ratusan warga dari puluhan desa di Kecamatan Sepatan, Tangerang, saat ini dalam perawatan intensif di Puskesmas Sepatan. Sekitar 31 penderita yang terdiri dari orangtua dan anak-anak memenuhi ruangan dan serambi Puskesmas ini.
“Tiap hari pasien bertambah. Mereka datang ke Puskesmas dalam kondisi lemah dan tubuh membiru karena dehidrasi,” kata Kepala Puskesmas Sepatan, dr. Ida Mayusti Arwan, Selasa (21/6).
Karena daya tampung Puskesma yang terbatas, kata Ida, beberapa pasien terpaksa harus dipulangkan dalam kondisi yang belum pulih benar. “Tapi mereka tetap dalam pemantauan kami,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan Tempo, Puskesmas Sepatan saat ini sudah seperti rumah sakit umum. Aula, serambi, dan ruangan-ruangan di Puskesmas itu dipenuhi oleh penderita muntaber. Mereka dirawat dengan peralatan seadanya. Kantung-kantung cairan infus bergelantungan di jendela, dan kayu-kayu yang dipasang ditempat tidur.
Kebanyakan korban datang dengan kondisi lemah dan dehidrasi berat. Setiap jamnya, 2-3 pasien datang bergantian. Kebanyakan dari mereka telah mengalami puluhan kali muntah dan berak.
Muhamad Sudarin, 9 tahun, misalnya, mulai merasa kepala pusing dan mual-mual sejak pukul 04.00 dinihari. Ia dilarikan ibunya, Sunarti, ke Puskesmas Sepatan pada pukul 09.00 WIB tadi. “Sudah delapan kali anak saya berak dan muntah-muntah,” kata Sunarti.
Para penderita muntaber ini, diberikan pertolongan pertama oleh petugas Puskesmas berupa oralit, parasetamol dan antifit, obat mual dan pusing. Selain terbatasnya ruangan dan peralatan, Puskesmas ini juga kekurangan tenaga medis. Dari 36 pegawai Puskesmas, hanya 23 orang yang merupakan tenaga medis. Menurut Ida, mereka bekerja selama 24 jam secara bergantian. Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|