|
Belasan Warga Meninggal Karena Muntaber
Selasa, 21 Juni 2005 | 11:38 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Penyakit muntah berak (muntaber), sejak 8 Juni lalu mewabah di 16 desa Kecamatan Sepatan, Tangerang. Hingga Selasa (21/6) pagi, belasan warga dilaporkan meninggal dunia.
“Dipastikan jumlah yang meninggal akan terus bertambah karena tidak sempat dirawat dan dibawa ke Puskesmas,” kata Kepala Puskesmas Sepatan, dr. Ida Mayusti Arwan.
Menurut Ida, sejak 8 Juni hingga hari ini jumlah korban muntaber terus bertambah dan silih berganti dirawat di Puskesmas Sepatan. “Mereka bukan saja berasal dari Sepatan tapi dari kecamatan terdekat yaitu Pakuhaji, Sukadi, dan Mauk,” kata dia.
Berdasarkan jumlah penderita yang meninggal karena diare di Puskesmas Sepatan sampai saat ini terhitung 11 orang. Mereka adalah, Rosidik (3 tahun), Ramda (7), Andi (4), Awaludin (4), Taufik (3), dan Della (15 bulan). Tadi malam, Herman (5), warga Desa Gempol Sari, Sepatan dan Syaiful (2,5) warga kampung Kelor juga meninggal dunia tanpa sempat dirawat di Puskesmas.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah pasien yang ditemui Tempo di Puskesmas Sepatan, banyak tetangga mereka yang meninggal dan tidak sempat dilarikan ke Puskesmas maupun rumah sakit. Pada umumnya, mereka meninggal karena kehabisan cairan setelah muntah-muntah dan berak terus-menerus.Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|