|
Tabungan Ribuan Siswa SD Tak Cair
Senin, 20 Juni 2005 | 18:33 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Ratusan juta rupiah uang tabungan akhir tahun siswa dari puluhan Sekolah Dasar di Kabupaten Tangerang tidak bisa dicairkan, karena Bank BPR Palapa Nusaraya dinonaktifkan oleh Bank Indonesia sejak 22 Maret.
Saat ini, tercatat 30 SD masih menunggu pencairan uang tabungan yang akan dibagikan
kepada semua siswa pada saat pembagian buku rapor 26 Juni mendatang. Di SD Pondok Kacang Timur V Pondok Aren, misalnya, sekitar 270 siswanya saat ini menunggu
proses pencairan uang itu.
Setiap siswa mempunyai nilai tabungan antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.
Kini, Nurjaya dan para guru panik harus mencari uang sebesar Rp 13 juta untuk mengganti tabungan siswa-siswanya itu.
Menurut Nurjaya, Kepala Sekolah SD tersebut, terpaksa harus mencari dana
talangan sementara untuk menggantikan uang ratusan siswanya. Ia menyesalkan pihak bank yang sama sekali tidak memberikan pemberitahuan baik secara lisan maupun tertulis ke sekolahnya seputar masalah yang terjadi di Bank di Ciledug, Tangerang itu.
Berdasarkan informasi dari koleganya di SD lain, pihak bank berjanji akan mengembalikan uang tabungan pada Agustus-September. "Jika sampai lewat dari bulan itu, mungkin kami akan lapor polisi," kata Nurjaya kepada Tempo, Senin 20/6.
Ia menambahkan, telah menyetor uang ke bank dalam lima tahun terakhir. “Tapi baru kali ini bermasalah,” ujarnya.
Kolega Nurjaya seperti di SD Negeri Pondok Pucung 11, SD Pondok Aren I-VI, SD Pondok Kacang Timur 1 dan II, SD Pondok Pucung II dan beberapa sekolah lainnya akan mendatangi Bank itu besok. Joniansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|