|
ABK Singapura Jadi Korban Pembiusan
Senin, 20 Juni 2005 | 18:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua orang warga menjadi korban pembiusan komplotan yang tidak dikenal dalam dua hari ini. Korban dibius hingga dirawat di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur. Korban semalam ditemukan warga di dekat jembatan penyeberangan Laboratorium School Jalan Pemuda, Jakarta Timur oleh polisi yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan. Korban diduga dibius oleh sekawanan penjahat.
Dalam peristiwa tersebut, polisi tidak menemukan identitas korban maupun barang berharga yang masih dibawanya. Korban hingga kemarin sore masih terlihat belum sadarkan diri dengan luka-luka di bibir, dagu, dan tangannya. Kepada Petugas Rumah Sakit, saat sadar dia mengaku bernama Nur Faqih. Korban lainnya, yang diduga sebagai korban pembiusan bernama Maryono, warga Blimbing, Kecamatan Gatak, Karang Anyar, Jawa Tengah. Dia ditemukan oleh warga di Jalan Rawamangun Muka, di dekat lapangan golf, Ayani, Jakarta Timur.
Menurut keterangan Maryono, dia baru saja pulang dari Singapura kemudian transit di Batam menuju Jakarta. Di Bandara, dia didekati oleh tiga orang yang tak dikenal yang mengaku juga berasal dari daerah yang sama dengan korban. Mereka kemudian naik Damri menuju Terminal Rawamangun. "Kami di Terminal Rawamangun sempat makan bersama kemudian salah satu dari mereka menawari saya jamu namun sempat saya tolak," katanya. Maryono akhirnya tak kuasa meminum jamu yang menurut pelaku untuk menambah kekuatannya untuk perjalanan jauh.
Maryono yang menjadi ABK disebuah kapal tanker berbendera Singapura mengaku kehilangan uang 2350 dollar Singapura. Dalam kondisi yang belum sehat benar, Maryono dibawa pulang istrinya Sri Mulyani ke Karang Anyar, untuk dirawat di kampung halamannya tersebut.
Kapolsek Pulo Gadung, Kompol Eko Nugrahadi, membenarkan bahwa kedua korban tersebut menjadi korban pembiusan. "Diduga korban memang dibius oleh pelaku, ini masih kami pelajari lagi," ujarnya.
dian yuliastuti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|