Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yayasan Pembawa 10 Anak Nias Dinilai Ceroboh
Senin, 20 Juni 2005 | 03:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi menilai kasus masuknya 10 anak Nias tanpa dokumen lengkap ke Jakarta lebih karena kecorobohan pihak Yayasan Wahana Anak Muda. "Kecerobohan yayasan saat membawa masuk, dokumennya tertinggal di Nias," ujar Kepala Unit V Satuan Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Polisi Sri Suwari ketika dihubungi Tempo, Minggu (19/6).

Dokumen yang tertinggal di Nias itu pun hanya berisi surat pernyataan penyerahan tanggung jawab dari orang tua kepada Yayasan Wahana Anak Muda. Sri menyebut dokumen itu tidak disertai pernyataan yang lengkap. "Seharusnya disebut pula sampai kapan penyerahan tanggung jawab itu," sarannya.

Hal lain yang disayangkan adalah adanya anak umur 3 tahun, Adil Putra Jaya Lombu, yang ikut dibawa ke Jakarta dan berpisah dari orang tuanya. "Mereka belum punya cukup memori untuk mengingat orang tuanya, mereka juga tidak bisa merasakan kasih sayang mereka. Mungkin kalau sudah SMP bisa ya," tutur Sri.

Karena itulah minggu depan pihak kepolisian akan mempertemukan kesepuluh anak itu dengan orang tuanya di Nias atau Medan, tapi bukan untuk dikembalikan. "Bukan, bukan mengembalikan," ujar Sri menolak proses pertemuan itu disebut sebagai proses pengembalian.

Dalam pertemuan itu akan dibahas solusi terbaik untuk anak-anak itu. "Kalau memang di Medan ada panti yang bisa membatu mereka, kenapa harus jauh-jauh ke Jakarta," tuturnya. Untuk sementara kesepuluh anak itu masih dirawat di rumah perlindungan sosial anak Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kesepuluh anak Nias itu adalah Adil Putra Jaya Lombu (3), Fiberman Lombu (7), Pontianu Lombu (4), Beziduhu Lombu (6), Jois Dorkas Orienti Lombu (4), Yurerius Lombu (8), Miralina Lombu (7), Yujuniman Lombu (7), Dirman Hulu (7), Joni Alexsander Hulu (5). Mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/6).

Indriani Dyah Setiowati

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kasus Penculikan Tertunda  | 27 Oktober 1998
Penculikan Segera Dimahmilkan  | 20 Oktober 1998
Bila Garam Datang dari Australia  | 20 Oktober 1998
"Abdurrahman Wahid Harus Diperiksa"  | 23 Maret 1999
Bencana Mengintip Krakatau  | 09 Maret 1999
Meramal Datangnya Tsunami  | 02 Maret 1999
Si Genius Dari Tasik | 08 Oktober 1977
Bumi Goncang Karena Bendungan ? | 01 Oktober 1977
Tsunami, dimana saja kau ? | 03 September 1977
Mereka dicium tangannya | 03 September 1977
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Angin Topan Blanca dilihat saat misi NASA, Mei 1992. [Gamma/ Salaber-Laison; 10D/496/1992; 20040127].
Angin Topan Blanca
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Puting Beliung di Medan Rusakkan Gereja
Dua Bocah SD Hilang Diduga Dibawa Kabur Guru Ngaji
Nasib WNI yang Diculik di Filipina Belum Jelas
Deplu Bentuk Pokja Pembebasan Tiga WNI di Filipina Selatan
Tiga WNI Diculik di Filipina Selatan
Tsunami dan Gempa Bumi Jadi Mata Pelajaran di NTT
Korban Meninggal di Aceh Tenggara Bertambah
Wisatawan ke Pulau Seribu Drop
Fase Rekonstruksi Aceh Dan Nias Akan Bersamaan
TMII Sambut Kunjungan Delegasi Konferensi Asia Afrika
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Gempa Terus Berulang
Suatu Malam Jauh di Selatan
Rumah Instan Tahan Gempa
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data