|
Bentrokan di Permata Buana Sudah Diambang Mata
Sabtu, 18 Juni 2005 | 12:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Massa ahli waris yang dipimpin Daud Key menolak untuk meninggalkan Kantor Pemasaran Perumahan Taman Permata Buana, Kembangan Jakarta Barat. "Berilah kami waktu sampai hari senin, sampai pemeriksaan di Polda membuat semuanya jelas," katanya, kepada wartawan, Sabtu (18/6).
Menurutnya, pada Senin nanti akan ada pemeriksaan keaslian sidik jari Aminah binti Ilyas, pada sertifikat jual beli tanah, yang kini di atasnya berdiri kantor pemasaran. "Nanti kita lihat, itu palsu atau tidak. Kalau ibu Aminah salah, kami siap mundur,"kata Daud.
Menurut Daud, kalau polisi memaksa pihaknya hari ini keluar hari ini juga, harus ada perjanjian tertulis antara Aminah dengan pihak pengembang untuk menunggu pemeriksaan selesai. Sementara pemeriksaan dilakukan, pihaknya bersedia menyerahkan tanah kepada polisi dan ditutup dengan garis polisi.
Namun demikian, Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar I Ketut Yoga Ana, menolak permintaan tersebut. Ia juga meminta agar massa meninggalkan kantor pemasaran itu, karena tindakan menduduki kantor pemasaran melanggar hukum.
Saat ini, massa ahli waris terkonsentrasi di depan pintu kantor pemasaran. Mereka berorasi dan meminta polisi untuk mundur. Sementara, anggota Brimob Polda Metro Jaya, berjaga di sudut kanan dan kiri kantor pemasaran. Sedangkan puluhan polisi berpakaian preman berjaga-jaga di seberang kantor pemasaran itu. Polisi sudah mengultimatum agar massa segera keluar. Bentrokan antara polisi dan massa yang dipimpin Daud Key sudah diambang mata.
Oktamandjaya
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|