|
Presiden : Jakarta Polutif dan Tak Aman
Kamis, 16 Juni 2005 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan polusi udara di Jakarta sudah sampai tingkat yang mengkhawatirkan. "Untuk itu saya meminta agar diberikan perhatian yang serius terhadap masalah ini,"katanya dalam sambutan pembukaan secara resmi Pekan Raya Jakarta 2005 di Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/6).
Presiden Yudhoyono juga meminta Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam mencari pemecahan persoalan ini. "Saya minta agar ada kerjasama dengan KLH untuk mengatasi polusi udara di Jakarta,"ujarnya.
Selain polusi udara, Presiden Yudhoyono juga menyoroti masalah keamanan di Jakarta. Menurutnya, harus dilakukan upaya yang lebih serius lagi dalam menurunkan tingkat kejahatan di Jakarta. "Ini mencakup kejahatan konvensional seperti pencurian, pencopetan dan lainnya sampai kejahatan yang terorganisir seperti narkoba dan perjudian,"ujarnya.
Secara umum presiden menghendaki Jakarta sebagai ibukota bisa menjadi kota aman, tertib dan bersih. "Karena suka atau tidak, Jakarta dipandang oleh warga negara kita dan dunia internasional sebagai barometer Indonesia secara keseluruhan,"katanya.
Amal Ihsan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d32802_high_thumb.jpg) |
|
|
| Papan Indeks Pencemaran Udara
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|