Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemilih PKS Lebih Loyal Dibanding Pemilih Partai Lain
Selasa, 07 Juni 2005 | 21:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pusat kajian politik (Puskapol) Fakultas Ilmo Sosial Politik (FISIP) Universitas Indonesia menemukan bahwa pemilih Partai Keadilan Sejahtera cenderung lebih loyal dibanding pemilih partai lain. Kesimpulan ini mereka peroleh dari hasil polling dimana 47 persen responden yang memilih PKS pada pemilu legislatif tahun 2004 lalu menyatakan mendukung calon yang diusung partai tersebut pada pemilihan kepala daerah mendatang, yakni Nur Mahmudi Ismail dan Yuyun Wirasaputra.

Direktur Program, Sri Budi Eko Wardani, menjelaskan survey dan polling dilakukan lewat telepon dan 173 responden yang diambil secara acak dari buku telepon Depok 2004. Responden yang 52 persennya pria dan 48 persen wanita, adalah warga yang memiliki hak pilih yakni usia 17 tahun keatas atau sudah menikah. 46 persen responden lulusan SMU, 18 persen sarjana, 15 persen Diploma, dan 12 persen lulusan SMP.

Sri menjelaskan, hanya lima persen pemilih PKS yang menyatakan akan memilih calon dari Partai Golkar, yakni pasangan Badrul Kamal dengan Syihabudin. Sementara responden pemilih partai Golkar terbagi dalam tiga kubu. 31 persen menyatakan memilih Badrul, enam persen mendukung calon dari Partai Demokrat, Abdul Wahab dan Ilham Wijaya, dan enam persen lagi memilih calon dari PKS.

Responden pemilih Partai Amanat Nasional malah lebih banyak yang condong ke Nur Mahmudi dan Yuyun. Hanya lima persen yang memilih calon dari partainya, yakni Harun Heryana dengan Farkhan A.R. Pemilih partai Demokrat juga, sekitar 16 persen memilih calon dari PKS. Tidak ada responden yang memilih calon yang diusung partainya. Hanya 21 responden pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjawab siapa yang akan mereka pilih, dan semuanya mendukung calon dari partainya, Yus Ruswandi dan Sutadi Dipowongso.

Sri menganalisa, hasil polling tersebut menunjukkan bahwa relatif tidak ada kaitan antara partai politik yang dipilih pada pemilu lalu dengan figur yang akan mereka pilih sebagai wali kota. "Kecuali pada kasus pemilih PKS yang memiliki solidaritas internal dan keterikatan emosional dengan organisasi partainya. Sangat menguntungkan bagi pasangan calon yang diusung partai tersebut," kata Sri di Depok, Selasa (7/6).

Sri mengatakan, partai politik lain cenderung bersifat partai massa dimana ikatan emosional pemilih atau konstituen dengan partainya relatif tidak kental. "Pada kasus ini, kepopuleran calon menjadi tokoh penentu. Ini terjadi pada Badrul yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota Depok," ujar Sri menjelaskan.

Hal ini, menurut Sri, patut menjadi pertimbangan pasangan calon lain. Hasil polling untuk 300 respondeng, Sri menemukan, ada dua faktor yang menjadi pertimbangan pemilih dalam menentukan pilihannya, yakni 56 persen menyatakan mempertimbangkan program calon dan hanya 12 persen yang menjawab melihat latar belakan partai yang mengusung calon tersebut. "Dalam masa kampanye 9 hingga 22 Juni, calon lain harus berlomba menajamkan program dan strateginya," kata Sri.

suliyanti pakpahan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731]. Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]
Yogie SM
Gubernur NTB
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Gerebek Kamar Hotel untuk Menghitung Suara
LSM: Tahap Penetapan Hasil Pilkada Paling Rawan
PDIP Tolak Berkoalisi dengan Partai Demokrat
Aat Syafa'at-Rusli Ridwan Unggul Sementara
Warga Cilegon Antusias Datangi TPS
Dua Kelompok Nyaris Bentrok Saat Pencoblosan
Mendagri: Dana Hambat Pemilihan Kepala Daerah
Pengaduan Kecurangan Pilkada di Kutai Belum Ditanggapi
Kalla : Jangan Pilih Kepala Daerah Karena Asalnya
Ada Kartu Suara Bergambar Calon di Purbalingga
> selengkapnya...


Referensi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data