|
Menolak Tayangan Porno
Pelajar SMA Demo Stasiun TV Swasta
Jum'at, 03 Juni 2005 | 16:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pelajar Demo Stasiun TV
Puluhan pelajar SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) melakukan aksi protes ke lima stasiun televisi swasta. Mereka menuntut stasiun televisi tersebut menghentikan tayangan berbau pornografi. Unjuk rasa berlangsung serentak di kantor Trans-TV, SCTV, RCTI, Global TV, dan Lativi yang tersebar di beberapa tempat di Jakarta.
Aksi berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. Humas KAPMI, M Fahri, mencontohkan beberapa tayangan yang menurut mereka perlu dihentikan, yakni sinetron Marina di TV7, Cewek-Cewek Badung di Global TV, dan Ada Apa Dengan Cinta di RCTI. "Tayangan-tayangan itu sangat merusak moral. Muncul kesan pergaulan kami seperti di sinetron itu. Padahal kenyataannya pelajar tidak seperti itu," kata Fahri.
Selain masalah pornografi, mereka mempersoalkan banyaknya sinetron remaja yang mengajarkan gaya hidup mewah, gaya berpakaian yang melecehkan peraturan sekolah, dan pelecehan wibawa guru. Mereka juga minta agar Rancangan Undang-undang Antipornografi segera disahkan. Selain itu, mereka minta masyarakat segera mendapat sosialisasi pedoman prilaku penyiaran dan standar isi siaran.
Di depan RCTI ada sekitar 50 pelajar anggota KAPMI yang berunjuk rasa. Mereka mengenakan seragam putih abu-abu dan memakai ikat kepala hijau. Sebagian dari mereka mendengarkan orasi rekannya, sebagian yang lain membentangkan spanduk-spanduk berisi penolakan terhadap pornografi.
Sampai berita ini selesai ditulis, pihak RCTI masih melakukan pertemuan dengan empat orang anggota delegasi pelajar. Menurut rencana, KAPMI akan melanjutkan aksi di depan Markas Besar Polri pada Jumat (10/6) minggu depan, dilanjutkan dengan aksi simpatik di Bundaran HI pada 24 Juni nanti.
Oktamandjaya W
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|