|
Lima Daerah Rawan Jakarta Barat
Jum'at, 03 Juni 2005 | 12:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ada lima titik rawan tindak kejahatan Jalan Raya di Jakarta Barat. "Dari kompilasi dan temuan kami, ada indikasi tempat-tempat itu rawan,"kata Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar I Ketut Untung Yoga Ana, Jumat (3/6).
Lima tempat tersebut ; perempatan Slipi, perempatan Tomang, Jembatan Lima, Jalan Tubagus Angke, dan perempatan Grogol. Menurut Ketut, tempat-tempat tersebut cenderung rawan pada jam-jam sibuk. "Modusnya, mereka mencari kesempatan saat peralihan lampu merah ke lampu hijau,"kata Ketut. Menurutnya, momen itu dimanfaatkan selaku agar tidak dapat dikejar oleh korban.
Tindak kejahatan yang umumnya terjadi, adalah pencopetan dan perampasan. Dalam sebulan terakhir, Ketut tidak menemukan kasus perampasan dengan kekerasan, meski demikian, indikasi ke arah itu sangat kuat karena kerap kali para pelaku kedapatan membawa senjata tajam.
Dalam dua minggu terakhir, Polres Jakarta Barat telah menangkap 12 orang pelaku tindak kekerasan di jalan raya. Yang umumnya menjadi sasaran mereka adalah telepon seluler. "Mereka tidak punya sasaran khusus dan tidak pandang bulu, siapa saja yang lengah, akan menjadi korban,"kata Ketut.
Selama ini, kejahatan di jalan raya cukup sulit diatasi karena pelaku terus berpindah tempat dan mengubah pola kejahatannya. Selain itu, jumlah petugas tidak seimbang dengan jumlah pelaku. "Tapi kami, terus memantau dan sudah tempatkan petugas di wilayah rawan itu,"kata Ketut. Dia juga berharap, semua pihak ikut aktif dalam memberantas kejahatan di jalan raya.
Oktamandjaya W
INDEKS BERITA LAINNYA :
|