|
Adam Air Tergelincir, Satu Penumpang Patah Kaki
Rabu, 01 Juni 2005 | 16:35 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan DHI 227 dari Medan mengalami kecelakaan saat akan mendarat di runway selatan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Selasa malam (31/6) pukul 22.15 WIB. Akibat kecelakaan itu, Tiga penumpang mengalami luka serius, dua diantaranya masih harus dirawat di rumah sakit.
Kedua penumpang yang dirawat yakni Aas Kasimin Budianto (38) warga Sukmajaya Depok yang dirawat di RS Honoris. Kepala audit Diknas DKI ini mengalami patah tulang kaki kiri karena mencoba keluar pesawat karena panik saat pintu darurat berhasil dibuka. Korban lainnya Ratna Sinaga yang dirawat di RS Siloam Gleneagles Karawaci dan Nyanya Turkim hanya mengalami nyeri punggung. "Semua korban kini sudah membaik dan ini terjadi bukan karena kecelakaan itu, tapi karena kepanikan saat akan turun dari pesawat,"ujar Cooperated Secretary Angkasa Pura Pusat Kasmin Kamil, saat jumpa Pers di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Rabu 1/6.
Menurut Kasmin, pesawat tergelincir karena mainger kanan belakang pesawat tidak keluar ketika pesawat telah landing. "Saat mau landing dilaporkan normal, tapi setelah landing ,mainger tidak keluar sehingga pesawat terhenti dan terseret sepanjang 1,5 Kilometer,"katanya.
Ketika pesawat terhenti, pintu darurat berhasil dibuka yang saat itu sedang panik berebutan keluar. "Sehingga beberapa penumpang cidera, salah satunya langsung melompat dari atas pesawat dan kakinya patah,"kata Kasmin.
Karena kecelakaan dirunway selatan ini, sempat terjadi pemblokiran landasan selatan. Dua penerbangan yang harusnya turun di landasan itu kemudian dialihkan. Namun pada pukul 05.15 WIB pagi tadi (1/6), pesawat sudah bisa ditarik keluar landasan dan landasan sudah bisa dipergunakan lagi.
Menurut Riris Sinaga, salah seorang penumpang yang duduk dibagian tengah, sebelum berhenti sempat naik turun di landasan. Penumpang juga melihat percikan api dari bagian bawah pesawat. Saat itu kursi pesawat tidak penuh hanya sekitar 60 penumpang saja. Pesawat yang ditumpanginya sempat naik turun selama dua kali sampai akhirnya turun dan mendarat dengan kondisi seperti terjatuh.
Joniansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|