|
Jakarta
15 Pasien DBD Meninggal Selama 2005
Kamis, 26 Mei 2005 | 21:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Selama tahun ini tercatat 15 orang meninggal karena demam berdarah dengue (DBD). Namun, hingga pekan ini, grafik tersangka dan pasien yang terdata masih landai, di bawah 100 penderita.
Dari data Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur, hingga bulan Mei minggu ketiga atau minggu ke-19 tahun ini terdapat 1.775 penderita dan 15 di antaranya meninggal dunia. Data terakhir pada minggu ini terdapat 43 penderita DBD.
"Datanya melandai saja hingga minggu ke-19 ini. Yang jelas, bila dibandingkan tahun 2004 lalu masih agak jauh. Data terakhir tercatat hingga 19 Mei," kata Alamsah, Koordinator Penyakit Menular Bersumber pada Binatang Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur, hari ini (26/5).
Menurut dia, DBD dinilai harus diwaspadai ketika dalam satu minggu terdapat 2 penderita di setiap kelurahan. Namun saat ini, kata dia, rata-rata dalam 3 minggu terdapat 2 penderita di setiap kelurahaan dan hal ini dinilai normal.
Pada minggu pertama tahun ini terdapat 57 penderita, dan angka mulai naik pada minggu kedua hingga minggu ke-10 mencapai 158 penderita.
Angka itu turun naik mulai minggu ke-11 hingga minggu ke-19, mulai dari 24 penderita hingga 70 penderita, kemudian turun lagi hingga 43 penderita. Sementara, untuk tahun 2004 lalu total penderita DBD tercatat hingga 6.130 penderita dengan 24 orang meninggal.
Jumlah penderita ini dibandingkan tahun 2004 lalu memang cukup jauh. Pada minggu yang sama, yakni minggu ke-19, jumlah penderita mencapai 67 orang. Puncak tertinggi jumlah penderita tahun 2004 mencapai 1.073 pada minggu ke-8. Sedangkan pada waktu yang sama tahun ini hanya tercatat 182 penderita.
Dari 10 kecamatan di Jakarta Timur, jumlah penderita yang cukup banyak terdapat di Jatinergara dengan 284 penderita, menyusul Kecamatan Duren sawit dengan 264 penderita dan Pulo Gadung dengan 231 penderita.
Untuk menurunkan jumlah korban DBD, kata Alamsah, gerakan pemberantasan sarang nyamuk selalu dilakukan setiap hari Jumat. Namun, dia akui, belum semua masyarakat terlibat dan sadar untuk membersihkan lingkungan masing-masing.
Dian Yuliastuti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|