|
Jakarta
Busa di Sungai Pekayon Mencapai Tiga Meter
Kamis, 26 Mei 2005 | 11:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Busa setinggi tiga meter kembali muncul di RT 10/07 Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (26/5) pagi ini. Untuk menghalau busa di saluran air itu, warga menyemprotkan minyak tanah.
Busa muncul setelah hujan mengguyur wilayah Jakarta Tiimur dan Kota Depok, Rabu (25/5) sore. Menjelang pukul 19.00 WIB, air disaluran RT 10 semakin deras dan pekat mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat. Busa yang muncul sedikit demi sideikit mencapai puncaknya pada dini hari.
"Habis hujan ini, busa sudah mulai banyak, dan baunya sudah mulai menyengat," kata seorang warga, Ibu Sukir. Dari pantauan Tempo, busa sudah meninggi hingga setinggi orang dewasa. Bau menyengat sudah tercium di sepanjang saluran air dan ketika sampai di RT 10 bau semakin tajam tercium.
Ketika busa itu diaduk, berubah warna menjadi kecoklatan dan terdapat bintik-bintik hitam yang berisi kotoran. Saluran air tempat busa itu muncul di RT 10 di depan rumah Ibu Sukir dan Bapak Kosim sepanjang hampir 20 meter sudah tertutup busa. Pada saat itu, hingga mencapai lebar lima meter dan tinggi sekitar 2,5 meter.
Rumah Bapak Kosim, yang terletak hanya empat meter dari saluran air terlihat tinggal separuh saja, karena jarak pandang tertutup bus. Salah satu penghuni rumah Bapak Kosim, Yudi, mengaku baru mengetahui setelah dia pulang kerja pada pukul 22.00 WIB. "Saya juga baru datang ketika busa sudah setinggi ini. Dan biasanya, ini terjadi sehabis hujan turun," kata Yudi.
Hingga pagi, busa itu masih belum hilang meski angin bertiup. Akibatnya, jalan kampung di depan rumah Bapak Kosim itu tak bisa dilewati warga. Agar warga bisa lewat, mereka menyemprotkan minyak tanah untuk mengjalau atau mengempiskan busa yang bila kering meninggalkan bercak hitam.
Beberapa warga di kampung tersebut menginginkan penyelesaian persoalan busa dan limbah yang muncul di kampung ini segera diselesaikan. Warga mendesak agar instansi berwenang tidak hanya saling lempar tanggung jawab, karena mereka sudah bosan dengan limbah yang selalu mengganggu.
Dian Yuliastuti-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d32802_high_thumb.jpg) |
![Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d32801_high_thumb.jpg) |
| Papan Indeks Pencemaran Udara
|
|
| Papan Indeks Pencemaran Udara
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|