Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Protes Peraturan Main Pembebasan Tanah

Kelompok Miskin Kota Demo ke Istana
Rabu, 25 Mei 2005 | 10:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelompok masa yang menamakan diri Rakyat Miskin Kota, Rabu (25/5) siang ini, berunjuk rasa ke Istana Presiden. Mereka berangkat dari Bundaran Hotel Indonesia menuju istana melewati Jl. Medan Merdeka Barat dan mengelar orasi di sekitar Taman Monumen Nasional.

Kelompok ini menolak Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Peraturan ini diprotes lantaran dinilai sebuah produk hukum yang mendorong pemerintah untuk bertindak main paksa.

Aktivis Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Agusdin Pulungan mengatakan, peraturan yang ditetapkan 3 Mei lalu itu mencerminkan sikap pemerintah yang represif dan otoriter. “Karena melalui putusan itu pemerintah bisa mencabut hak atas tanah dengan dalih untuk kepentingan umum,” ujarnya

Agusdin mempertanyakan bagaimana jika tanah petani dicabut haknya dengan alasan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, pengertian kepentingan umum yang disebutkan dapat merengkuh sumber kehidupan rakyat dan petani pada khususnya. “Bagi petani, tanah adalah alat produksi untuk menjamin kebutuhan pangan dan bertahan hidup, selain itu tanah adalah harkat dan martabat keluarga,” jelasnya.

Agusdin menambahkan, mekanisme ganti rugi yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden itu rawan penyimpangan. Misalnya, mengenai panitia pengadaan tanah yang bertugas melakukan negosiasi antara pemilik tanah dengan pemerintah. “Kami khawatir jika penitia pengadaan tanah ini melakukan tindakan represif yang dapat menekan petani,” ujarnya.

Raden Rachmadi-Tempo

Catatan:
Pernyataan-pernyataan Agusdin, saya kutip dari arsip berita TI, tanggal 23/5, tulisan Rini Kustiani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di depan gedung DPR MPR, Jakarta Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo. Demonstran dihadang polisi saat protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di gedung DPR MPR, Jakarta Senin 20 Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo.
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

51.285 Siswa Klaten Terima Beasiswa Kompensasi BBM
Marinir Gelar Latihan Tembak Artileri
Protes Pemberitaan, 328 Kepala Desa Datangi Kantor Koran Satelit News
Demonstrasi Pelecehan Al-Qur’an Berakhir Tertib
Mahasiswa HMI IAIN Alauddin Sweeping Warga AS di Hotel
Mahasiswa Minta Gubernur Ganti Direksi PT Bukit Asam
Pelayanan Medis di RS Pasar Rebo Kembali Normal
Karyawan Texmaco Demo ke Depkeu
Demo Pelajar di Yogyakarta
Serikat Pekerja PT KAI Ajukan Judicial Review
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data