|
Bekasi
Petugas Jasa Marga Dikeroyok Pemilik Derek Liar
Sabtu, 21 Mei 2005 | 22:04 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Dua orang petugas patroli PT Jasa Marga Cabang Tol Jakarta-Cikampek babak belur dihajar massa tak dikenal. Pengeroyokan terjadi seusai menertibkan mobil derek liar yang beroperasi di jalan tol sehingga korban dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Bekasi, pada Sabtu (21/5) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kedua petugas patoli Jasa Marga yang menjadi korban pengeroyokan, yakni Hotman Suhardin, 44 tahun dan Hamdani, 30 tahun. Pengeroyokan terjadi saat seluruh petugas patroli gabungan sedang berhenti di tempat peristirahatan tol Jakarta-Cikampek arah ke Jakarta di kilometer 7.600 Jatibening.
Menurut keterangan Hotman saat diperiksa di ruang Samapta Polres Metro Bekasi, pengeroyokan disaksikan aparat aparat Brigadir Mobil bernama Saharudin dan Polisi Militer bernama Abdul Khodim yang mengawal jalannya penertiban terhadap mobil derek liar di jalan tol.
Keterangan yang dihimpun Tempo menyebutkan, kejadian itu terjadi sangat cepat. Para petugas patroli tengah berhenti setelah melakukan pemantauan. Tiba-tiba mereka didatangi sedikitnya 40 orang laki-laki tak dikenal yang baru turun dari enam buah mobil derek liar. "Kami tidak mengira, tiba-tiba mereka dating,"kata Hotman.
Hotman sendiri sebelum kejadian berada di dalam ruang kemudi mobil patroli Jasa Marga. Puluhan pria berbadan kekar dan berkulit hitam itu menghampiri Hamdani yang mengenakan pakaian satuan pengaman berlogo Jasa Marga. Kemudian, beberapa pria itu langsung meninju wajah Hamdani.
Sebagian pria tak dikenal itu berteriak tengah mencari petugas patroli yang tak lain adalah Hotman. Menurut keterangan petugas Abdul Khodim yang saat kejadian juga berada di lokasi, gerombolan pria itu mencari Hotman. "Dimana Hotman, dimana Hotman,"katanya saat ditemui di kantor polisi.
Setelah itu, puluhan pria itu menyeruak ke tempat Hotman duduk. Menurut Abdul Khodim, sebenarnya dirinya sudah menghalau puluhan pria itu. Namun, karena jumlahnya mencapai 30 orang lebih, dia mengaku tak sanggup mencegah. "Sudah dicegah, terus saja maju. Kami bukan lagi dihalangi, tapi mereka nyerang,"kata dia.
Akhirnya amarah massa yang membawa balok kayu tidak terbendung lagi. Mereka langsung menghakimi mereka Hotman sehingga bibirnya pecah dan kedua pipi mengalami memar-memar. Beruntung, para pria itu tidak menggunakan balok kayu untuk menganiaya Hotman, tetapi memukuli dengan tangan kosong.
Menurut Hotman, dirinya berhasil menyelamatkan diri setelah berupaya menutup pintu ruang kemudi. Selain itu, dia juga langsung berkomunikasi melalui radio HT untuk meminta pertolongan rekan petugas patroli lainnya. Setelah itu, para pengeroyok pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan menumpang enam buah mobil derek.
Dijelaskan juga, beberapa bulan belakangan ini, derek liar mulai menunjukkan peningkatan di jalan tol. Dalam operasinya, biasanya mereka memintah ongkos hingga Rp 200 sampai RP 300 ribu sebagai jasa. Dalam beroperasi, petugas derek liar itu selalu nekat memaksa agar mobil yang mengalami gangguan menuruti kemauannya.
Mobil yang mengalami gangguan itu, biasanya diderek tanpa persetujuan pemilik. Padahal, PT Jasa Marga sebagai pengelola tol Jakarta-Cikampek telah memberikan fasilitas derek gratis sampai ke pintu tol terdekat. Dengan adanya derek liar itu, banyak pengguna jalan mengeluh ke Jasa Marga.
Kepala Samapta Polres Metro Bekasi, Ajun Komisaris Triyono membenarkan kejadian itu. Sampai saat ini, petugas belum dapat mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan. Namun, petugas sedang melakukan pencarian. "Pelaku belum dapat ditangkap,"katanya.
Dari hasil penyidikan yang dilakukan petugas, pengeroyokan itu terkait dengan operasi terhadap mobil derek liar yang dilakukan aparat gabungan dengan Jasa Marga. "Operasi itu rutin dilakukan, beberapa hari lalu, ada dua mobil derek yang ditahan petugas patroli, mobil itu milik salah satu pengusaha derek di Jatibening," kata Triyono.
Para penyidik, menduga, aksi pengeroyokan itu terkait dengan penangkapan terhadap mobil derek yang diamankan petugas patroli Jasa Marga itu. "Bisa saja terkait dengan penahanan mobil derek liar itu"katanya. Namun, untuk memastikannya, Polres Bekasi sedang menyelidiki keterkaitan itu.
Siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|