Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Depok

Mundur Jadwal Pilkada Depok : Tiga Kontra, Satu Pro
Sabtu, 21 Mei 2005 | 12:32 WIB

TEMPO Interaktif, Depok: Usulan Panitia pengawas (Panwas) Kota Depok untuk memundurkan jadwal pemilihan kepala daerah dari semula 26 Juni 2005 menjadi Agustus 2005 menimbulkan berbagai tanggapan para calon ; pro dan kontra. Tim Kampanye Abdul Wahab Abidin dan Ilham Wijaya, calon kepala daerah dari Partai Demokrat, secara tegas menolak wacana "Kami tidak setuju diundur. Kami ingin jadwal tetap seperti semula,"kata juru bicara tim kampanye Benny Gerungan kepada Tempo, Sabtu (21/5).

Benny menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan biaya cukup tinggi. Jika diundur, secara otomatis, biaya itu juga akan membengkak. "Biaya itu meliputi sosialisasi, kampanye, dan membayar ini itu,"ujar Benny.

Benny juga khawatir, penundaan itu akan membuka peluang manipulasi politik. "Kami takut komitmen-komitmen politik yang sudah terbentuk dalam kontrak politik rusak karena adanya manipulasi politik,"kata Benny.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung mantan Menteri Kehutanan Nur Mahmudi Ismail dan mantan birokrat Yuyun Wirasaputra, juga sependapat dengan Partai Demokrat. Partai ini berharap pemilihan kepala daerah Kota Depok bisa terlaksanan sesuai jadwal.

Pejabat Ketua sementara PKS, Qurtifa Wijaya, lebih memandang kepada Depok sebagai kota pertama di Indonesia yang melaksanakan pemilihan kepala daerah. "Depok harus menjadi contoh yang baik bagi daerah lain. Bisa memenuhi tanggal sesuai jadwal merupakan salah satu contoh kesuksesan Depok melaksanakan pemilihan kepala daerah," kata Qurtifa.


Kubu bekas Walikota Depok, Badrul Kamal-Syihabudin juga menolak pengunduran jadwal pemilihan. menurut juru bicara Badrul,, Muhamad Hassan, Jika jadwal mundur, akan mengakibatkan lebih banyak dampak negatif daripada positif. "Penundaan jadwal pemilihan, menurut Hassan, dapat memanaskan suhu politik yang dapat memicu konflik, baik itu antar pendukung mau pun dalam tubuh intern sesama pendukung,"katanya.

Cuma tim Kampanye pasangan calon kepala daerah Kota Depok dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Damai Sejahtera (PDS), Yus Ruswandi dan Sutadi Dipowongso (Yuspo), yang menyambut positif rencana penundaan itu. "Kami sangat mendukung usulan itu,"ujar ketua tim kampanye, Yus-Dipo, Bernhard.

Bernard menyatakan dukungannya didasari beberapa pertimbangan, diantaranya adalah hasil survey terhadap sejumlah pemilih di kota Depok. "Baru sekitar 40 hingga 50 persen yang mengerti pilkada (pemilihan kepala daerah),"ujarnya.

Berdasarkan pengalaman. dari 952 ribu pemilih pada pemilihan presiden lalu, hanya 70 persen yang menggunakan hak pilihnya. "Penyebabnya, 30 persen lainnya tidak mengerti apa itu dan untuk apa pemilihan secara langsung. Ini akibat sosialisasi yang kurang maksimal,"ujar Bernhard.

Mundurnya waktu pemilihan, memberi waktu tambahan bagi KPUD dan para calon untuk mensosialisasikan pemilihan kepala daerah dan mengenalkan kandidat yang muncul kepada masyarakat. "Bagi kandidat mungkin lebih banyak sisi positifnya. Negatif hampir tidak ada,"ujarnya.

Suliyanti Pakpahan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731]. Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]
Yogie SM
Gubernur NTB
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengawas Usul Pilkada Depok Ditunda
Ichlasul Amal : Negatif, Jurnalis Jadi Tim Sukses Pilkada
Depdagri Minta Desk Pilkada Daerah Proaktif
Pemerintah Siapkan Rp 20 Miliar untuk Pilkada
Mahasiswa Papua Yogya Tolak Pilkadal
PAN Siap Rebut 10 Kursi Bupati dan Walikota
PDIP Ingin Menangkan 40 Persen Calonnya
Kalla: Golkar Solid
Calon Bupati Bantah Jalin Hubungan Gelap
Calon Bupati Jember Digerebek Massa
> selengkapnya...


Referensi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data