|
Jakarta
FPKS Persoalkan Terlambatnya Proyek di DKI
Rabu, 18 Mei 2005 | 20:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Jakarta, Arkeno, mempersoalkan terlambatnya proyek-proyek di DKI Jakarta. ?Proyek di Jakarta dipaksa dikerjakan enam bulan, padahal harusnya sepuluh bulan,? ujar Arkeno kepada wartawan Rabu (18/5) menanggapi laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD DKI Jakarta.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu membuat perencanaan dan pelelangan setelah anggaran turun yaitu setelah 30 Januari tahun berjalan. Akibatnya, pengerjaan proyek baru dilakukan enam bulan kemudian hingga anggaran yang ada dihabis-habiskan di akhir tahun. ?Harusnya perencanaan setahun sebelumnya, begitu juga pelelangan. Biar saja anggaran belum turun,? ujar Arkeno.
Dalam neraca bulan Februari 2004 ia menemukan anggaran belum terpakai sebesar lebih dari Rp 2 triliun. Padahal sejumlah proyek di DKI macet, seperti busway, fly over Roxi, pembangunan taman, fly over Pasar Minggu. ?Ini menghabiskan waktu. Apalagi tenaga kerja juga menganggur,? ujarnya. Padahal anggaran APBD telah turun di bulan Januari. ?Jadi duit yang menunggu. Lalu bunganya kemana,?ujarnya.
Badriah-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|