Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Warga Tolak Privatisasi RS Pasar Rebo
Rabu, 18 Mei 2005 | 19:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekelompok warga yang tergabung dalam Forum Rakyat Peduli Kesehatan menyatakan aksi penolakan terhadap perubahan status RS Pasar Rebo. Mereka menyatakan bahwa perubahan tersebut melanggar perundang-undangan yang lebih tinggi dan dinilai akan memberatkan warga.

Juru Bicara FRPK, Rendra, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Gedung Komnas Perlindungan Anak, Rabu (18/5). ?Kami segenap rakyat dari berbagai elemen warga menolak privatisasi seluruh RSUD terutama RS Pasar Rebo. Karena perubahan dengan perda ini cacat hokum dan akan sangat merugikan rakyat,? kata Rendra.

Dijelaskan Rendra perubahan status RSUD menjadi PT ini bertentangan dengan UU nomor 23/1992, Pasal 28 dan 34 UUD 1945. Menteri Dalam Negeri pun sebelumnya juga meminta agar privatisasi RSUD dibatalkan.

Menurut mereka, dengan perubahan status ini maka kenaikan tarif pelayanan juga akan meningkat yang memberatkan rakyat sekitarnya. Dikatakan pula oleh Johnsir, salah satu karyawan RS Pasar Rebo yang menolak privatisasi, kenaikan pembayaran mencapai 200 persen dan kunjungan pasien mengalami penurunan hingga 30 persen.

Menurut mereka pula perubahan status ini menjadi ladang empuk bagi mantan pejabat RS yang pension untuk menjadi direksi di rumah sakit yang diprivatisasi. Mereka pun mengkhawatirkan dengan perubahan status ini, maka rakyat miskin tak lagi bias berobat kendati sudah ada JP Gakin. Karena menurut mereka pengurusan JP Gakin pun dinilai berbelit-belit. Untuk ketenagakerjaan, para PNS di RS Pasar Rebo pun diminta untuk memilih keluar sebagai PNS dan menjadi karyawan RS Pasar Rebo atau tetap menjadi PNS dan pindah ditempat lain.

?Kami disuruh memilih keluar jadi PNS atau tetap jadi PNS tapi pindah. Selama perubahan menjadi PT saja sudah 42 orang yang keluar karena mengundurkan diri, dipecat juga,? kata Johnsir.

Dian Yuliastuti-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ruang pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, 26 April 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040426]. Perawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, 26 April 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040426].
Ruang Pemeriksaan Kesehatan RSPAD
Perawat RSPAD

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Trend Warga Riau Berobat ke Malaka
Puluhan Dokter Mogok, Ratusan Pasien RS Pasar Rebo Terlantar
Isteri Presiden Imbau RS Swasta Beri Pelayanan Gratis
Pemerintah Akan Bangun Rumah Sakit Universitas
Tarif Pelayanan Kesehatan di DKI Batal Naik
Buruh Kontrak Hanya Untungkan Pengusaha
Ikatan Alhi Kesehatan Desak Dewan Mengkaji Ulang
Dirut Duren Sawit: Dana Rp 1,2 miliar Bukan Kelebihan Pembelian
DPRD: "Rumah Sakit Jangan Kaku Layani Pasien Miskin
DPRD Bekasi Segera Bahas Pasien Miskin yang Tak Dirawat
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tim Khusus Akan Mengecek Kelayakan Gondola
Larikan Mobil Polisi, Pemabuk Tewas
Hillary Clinton Tolak Pencalonan McCain dan Palin
Introspeksi Gaya PSP
Sejumlah Calon Legislator Dicalonkan Dua Partai

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data