|
Jakarta
Trantib VS PKL di Cawang
Selasa, 17 Mei 2005 | 19:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sembilan orang mengalami luka-luka setelah terjadi aksi lempar batu dan botol pada penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cawang dan Kampus UKI, Jakarta Timur, Selasa (17/5). Para korban dilarikan di RS UKI untuk mendapatkan perawatan.
Para korban itu, terdiri dari ; empat mahasiswa UKI, 5 petugas trantib gabungan. Namun diperkirakan korban luka akan bertambah karena ada beberapa orang trantib yang masih belum mendapat perawatan dan didata lengkap.
"Dari mahasiswa ada 4 orang luka, dari anggota saya sendiri ada 5 mungkin bertambah lagi. Ya, biasalah, ini karena ada yang memprovokatori,"kata Kepala Seksi Penertiban Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban Jakarta Timur, Yusmin.
Penertiban PKL oleh Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban ini rencananya dilakukan pada pukul 13.00 dengan mengerahkan 420 anggota gabungan dari Trantib Jakarta Timur, DKI Jakarta dan kepolisian. Namun aksi penertiban PKL ini baru berlangsung pada pukul 16.00 dan tim mulai menyusur rombongan PKL di depan kampus UKI itu.
Entah siapa yang memulai, para anggota Trantib dan PKL terlibat aksi lempar botol dan batu. Teriakan teriakan pun mengiringi aksi lempar batu dan botol itu.
Penertiban PKL di kawasan Cawang ini merupakan agenda rutin dari Sudin Trantib, namun selalu saja ada bentrokan antara para PKL dan aparat. Sebelumnya penertiban ini direncanakan pada tanggal 12 Mei lalu. Namun penertiban ini dibatalkan mengingat pada hari itu, peringatan Tragedi berdarah Mei sedang dilaksanakan oleh mahasiswa. Dikhawatirkan akan mendorong terjadinya konsentrasi massa.
Penertiban pun sudah dilaksanakan sehari sebelum peringatan tragedi Mei. Pada saat itu penertiban dilakukan malam hari dan terjadi pula bentrokan antara PKL dan aparat trantib. Rabu (11/5) malam, tidak kurang dari 250 trantib melakukan penertiban PKL disekitar kampus UKI Cawang tersebut. Seperti kejadian sebelumnya, penertiban yang dilakukan Dalam insiden penertiban itu sebuah mobil trantib pecah kacanya terkena timpuk batu. Beberapa anggota trantib dan pedagang juga terkena lemparan batu.
Kawasan tersebut disebut-sebut sebagai salah satu pintu masuk menuju Jakarta Timur yang harus terjaga kebersihannya. Karena kawasan itu kerap dilewati Presiden Susilo bambang Yudhoyono. Oleh karenanya pihak Pemda Jakarta Timur menyatakan akan membersihkan kawasan tersebut dari PKL.
Dian Yuliastuti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|