|
Bantuan Aceh Bertumpuk di Belawan
Minggu, 15 Mei 2005 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: Bantuan kemanusiaan untuk Nanggroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias, Sumatera Utara, masih menumpuk di Pelabuhan Belawan, Medan. "Saya minta segera dikirim dan tak perlu izin impor lagi," kata Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie saat meninjau Pelabuhan Belawan, Sabtu.
Setidaknya ada 1.451 kontainer bantuan yang belum terangkut karena terbentur izin impor. Menurut Aburizal, Menteri Perdagangan Mari Pangestu sudah mengirim surat perihal pembebasan kewajiban izin impor untuk barang-barang yang dikirim ke Aceh dan Nias sebagai bantuan kemanusiaan. "Saya akan meneken surat yang mendukung keputusan itu," kata Aburizal.
Bantuan kemanusiaan yang tertumpuk itu berupa beras, pakaian layak pakai, dan kebutuhan pokok lainnya. Ironis, mengingat pemerintah sudah menyatakan bahwa masa tanggap darurat sudah lewat.
Sebanyak 844 kontainer bantuan ini, kata Aburizal, proses perizinannya sudah selesai di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Belawan. Sedangkan 381 kontainer masih dalam proses dan 226 kontainer prosesnya belum selesai tapi sudah jelas penerimanya. "Gubernur Sumatera Utara akan diminta segera mengirimkannya," kata Aburizal, merujuk bantuan yang dokumennya sudah lengkap.
Selain izin impor, tertumpuknya bantuan itu, menurut Aburizal, karena belum adanya sarana transportasi pengangkut ke Aceh ataupun angkutan setibanya bantuan ini di Aceh. Karena itu, beberapa negara di Timur Tengah memberi bantuan dalam bentuk mobil bak terbuka untuk sarana angkutan barang bantuan.
Di tengah banyaknya bantuan yang belum tersalurkan ini, Kanwil Bea Cukai Belawan menangkap penyelundupan puluhan mobil mewah berkedok bantuan kemanusiaan. Mobil berkelas macam Mercedes-Benz, Toyota Land Cruiser, Nissan X-Trail, Toyota Hi-Ace, hingga Toyota Pick-up bertumpuk di Pelabuhan Belawan.
Mobil-mobil mewah itu sebagian sudah ada yang keluar dari pelabuhan dan sisanya masih tertahan. Aburizal meminta agar Bea dan Cukai mengembalikan mobil-mobil mewah tak bertuan ini ke pelabuhan untuk diproses. Bagja Hidayat/Hambali Batubara
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aburizal Bakrie dalam jumpa pers tentang perekonomian Indonesia pasca ledakan bom di Hotel JW. Marriot di Media Center, Jakarta, 19 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/052/2003; 20030929].](/hg/photostock/2005/01/18/s_K18A05205_high_thumb.jpg) |
![Ketua Apindo Sofjan Wanandi (kiri) dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aburizal Bakrie dalam jumpa pers tentang perekonomian Indonesia pasca ledakan bom di Hotel JW. Marriot di Media Center, Jakarta, 19 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/052/2003; 20030929].](/hg/photostock/2005/01/18/s_K18A05202_high_thumb.jpg) |
|
|
| Sofjan Wanandi dan Aburizal Bakrie
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|