Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bogor

Gara-gara Seragam Polisi, Gagal Merampok
Rabu, 11 Mei 2005 | 21:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meskipun membawa senjata golok tajam, nyali 5 perampok ciut juga setelah melihat dua seragam polisi dalam lemari yang sedang diacak-acak. "Anaknya polisi ayooo kabur," begitu teriak salah seorang pelaku. Temannya yang ikutan mengacak-acak isi kamar dan dua lagi yang siap-siap membawa barang, akhirnya kabur menggunakan kendaraannya.

Aksi perampok terjadi di rumah Emi, 55 tahun, ibunda Bigradir Kepala Luli Masruli, anggota Polres Bogor di Kampung Bojong Girang, RT 05/03, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Selasa (10/5) dini hari. Para perampok berhasil melumpuhkan Emi, dan cucunya Kiki, 45 dan Linda, 15 tahun, 3 penghuni rumah. Setelah mengikat tangan ketiga korbannya, mereka langsung menyebar mengacak-acak isi lemari pakaian.

Saat itulah salah seorang pelaku, melihat dua seragam polisi lengkap dengan pangkatnya tergantung dilemari, ia langsung memberitahu temannya untuk kabur. Dua orang pelaku yang berhasil mengambil anting Linda, 15 tahun dan ponsel Nokia 3610. "Sebelum kabur saya juga bilang Om saya polisi, tapi perampok tidak percaya, setelah tahu ada seragam polisi mereka kabur," tutur Linda menceritakan kejadian yang menimpanya.

Saat kejadian Luli, sedang ikutan ronda malam di kampungnya. Ia juga tidak curiga rumahnya jadi sasaran perampok. Beberapa warga setempat juga sempat melihat ada mobil Kijang warna hitam melintas, tapi mereka tidak curiga. Setelah tahu rumahnya dirampok, ia melaporkan ke Polsek Klapanunggal. Bripka Luli sendiri mengakui kejadian tersebut, "Mungkin saya sedang kena musibah," kata Luli.

deffan purnama

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tentara/ pasukan anti huru hara/ PHH Kostrad berjaga-jaga saat protes badan eksekutif mahasiswa/ BEM se Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, 12 Maret 2001.  Foto: Bernard Chaniago/ TEMPO. Massa PDI pro Megawati Soekarnoputri duduk di depan deretan polisi anti huru hara/ PHH saat mimbar bebas di depan kantor PDI Jalan Diponegoro, Jakarta, 1996 [ Dok. TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/387/1996; 20010228].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ribuan VCD Bajakan Dimusnahkan
Rp 125 Juta Digondol Rampok di Kediri
Jadi Kapolres Depok, Ratnawati mengaku Surprise
Kapolda Sayangkan Bentrokan TNI AD-Brimob
BM PAN Tuntut Polda Metro Jaya Tutup Perjudian
Kepala Polri Mutasikan Beberapa Pejabat Polda Metro
Polda Berantas Narkoba Sampai 22 Mei
Bawa Ganja, Mantan Deputi Investasi BPPN ditangkap
Korban Tabrak Kereta Itu Meregang Nyawa
Jalur Tol Jakarta-Cikampek Akan dibebaskan dari Kendaraan Umum
> selengkapnya...


Referensi

Profil Kapolda Metro Jaya

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Situs Anti-Narkoba Polda Metro Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data