Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Warga Korban Banjir Kanal Timur Minta Musyawarah
Selasa, 10 Mei 2005 | 16:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Kelurahan Pulo Gebang meminta Komisi A DPRD DKI Jakarta dapat mempertemukan warga yang terkena proyek Banjir Kanal Timur (BKT) dengan tim sembilan (tim bentukan Pemrov DKI Jakarta untuk pembebasan lahan di sepanjang wilayah sungai Cisadane dan Ciliwung).

"Proyek BKT lahir sebagai sebuah keputusan politik, sebab itu pertemuan yang akan diprakarsai Komisi A harus juga menghasilkan keputusan politik berupa kesepakatan ganti rugi antara warga dengan tim sembilan," ujar Ketua Tim Mediasi warga Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Syafrudin Anhar, dalam rapat kerja dengan Komisi A, Selasa (10/5).

Warga 13 Kelurahan yang terkena proyek BKT sebelumnya mengeluhkan tidak adanya musyawarah antara tim sembilan dengan warga. "Lurah Pulo Gebang saja tidak pernah menemui warga untuk membicarakan langsung masalah ini," ujarnya. Dalam Peraturan Pemerintah No 36 tahun 2005, tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum pasal 8 ditentukan bahwa pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum dilakukan berdasarkan nilai jual objek pajak yang ditentukan secara musyawarah. "Selama dua kali pertemuan, tim sembilan bukan mengadakan musyawarah, melainkan hanya bersosialisasi," ujar Syafrudin.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Perdata Tambunan, mengatakan pencabutan hak-hak atas tanah berdasarkan UU NO 20 tahun 1961 jika upaya penyelesaian yang ditempuh Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri tetap tidak diterima oleh pemegang hak atas tanah dan lokasi pembangunan adalah hal wajar demi kepentingan umum. "Tapi harus benar-benar untuk kepentingan umum," kata Perdata.

Badriah-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mobil dan anak-anak yang bermain di jalanan yang digenangi air karena banjir di jalan Proklamasi, Jakarta , 18 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K2A/040/2001; 20010702]. Suasana genangan air/ banjir di Pluit, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gubernur Senang, Rakyat Meradang
Dewan Panggil Pengembang Giant
Pademangan Barat Terendam Air
Posko Banjir Masih Dipenuhi Pengungsi
Air Meluap Pengungsi Penuhi Jalan
Pintu Air Manggarai dan Karet ,Siaga II
Sebelas Kelurahan di Jaktim Terendam
Jakarta Timur Siaga Banjir Hingga Maret
Anggaran Pendidikan Kota Solo Hanya 2,5 Persen
Beberapa Kecamatan di Tangerang Banjir
> selengkapnya...


Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data