|
Jakarta
Dua Tahanan Polisi Militer Angkatan Laut Buron
Senin, 09 Mei 2005 | 05:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pencarian dua tahanan yang kabur dari sel Polisi Militer Angkatan Laut di Bungur diarahkan di seputar Jakarta. Kawasan yang akan disisir meliputi Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Dua bekas marinir –Kopral Suud Rusli dan Letnan Satu Syam Ahmad Sanusi-yang melarikan diri pada Kamis (5/5) dini hari itu, adalah pelaku pembunuhan bos PT Aneka Sakti Bhakti (Asaba) Boedyharto Angsono. Dalam persidangan mereka divonis mati. Kini keduanya sedang menunggu banding.
Menurut Komandan POM TNI AL Laksamana Pertama Soenarko, G.A, semua tim yang ada di kesatuannya dikerahkan untuk menyisir ke tempat-tempat kenalan kedua tahanan. “Itu tanggung jawab kami,” kata Soenarko yang dihubungi Tempo, Jumat (8/5) malam.
Perburuan juga difokuskan ke tempat-tempat yang kemungkinan menjadi sasaran pelarian. “Utamanya ke tempat kenalan-kenalannya berada,” ujarnya.
Kaburnya Suud Rusli dan Syam Ahmad, menurut sumber Tempo, dengan cara memotong dan membengkokkan jeruji besi pada jendela tahanan. Setelah berhasil melewati jeruji, mereka meloncat dari pintu jendela setinggi 2,5 meter menuju Jl. Raya Bungur.
Tempo mencoba mengecek tempat lolosnya dua tahanan, melihat jeruji jendela telah diganti dengan selembar kayu tripleks. Sel yang berada di pojok bangunan itu menjadi bagian dari markas Polisi Militer Pangkalan Utama TNI Aangkatan Laut II yang beralamat di Jl. Gunung Sahari IV/1, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Bangunan terletak di pojok pertigaan Jalan Gunung Sahari IV, memanjang sekitar 100 meter. Pada sisi kanannya menempel Jalan Raya Bungur. Di deretan belakang sisi kanan bangunan yang tingginya sekitar 2,5 meter, terdapat saluran udara lain berpenghalang besi teralis. Bagian dalamnya ditutup ram kawat yang sudah berdebu.
Dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat diperoleh keterangan, juga telah mengerahkan tim guna ambil bagian dalam pencarian. Menurut Kepala Penerangan Kopassus Mayor Sumeri, secara otomatis isntitusinya ikut mengantisipasi kaburnya dua marinir yang sudah dipecat dari kesatuannya itu.
Kedua tahanan juga membunuh pengawal Boedyharto Angsono bernama Edy Siyep, prajurit Kopassus berpangkat sersan kepala. “Karena ini tanggung jawab kami terkait dengan salah seorang personel kami,” ujar Sumeri yang khawatir kaburnya tahanan tadi bakal merugikan Kopassus. Tapi, dia akan berkoordinasi dengan TNI AL.
Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf berjanji, hari ini, Senin (9/5), akan membuka semuanya secara detil perkara dua tahanan terpidana mati itu dalam sebuah jumpa pers. "Tidak benar kalau kami dikatakan menutup-nutupi, seperti yang diberitakan sejumlah media. Saya katakan kalau kasus ini memang benar terjadi," katanya.
Dimas Adityo/Raden Rachmadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pemakaman Direktur Utama (Dirut) PT Asaba, Boedyharto Angsono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/432/2003; 20030923].](/hg/photostock/2004/12/14/s_K17A43206_high_thumb.jpg) |
![Pemakaman Direktur Utama (Dirut) PT Asaba, Boedyharto Angsono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/433/2003; 20030923].](/hg/photostock/2004/12/14/s_K17A43303_high_thumb.jpg) |
| Pemakaman Boedyharto Angsono
|
|
| Pemakaman Boedyharto Angsono
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|