|
Jakarta
Hotel Mercure Accor Ancol Tutup 575 Pekerja Terlantar
Kamis, 05 Mei 2005 | 02:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Nasib sekitar 575 orang Pekerja Hotel Mercure Accor Ancol, Jakarta Utara kini terkatung-katung menyusul penutupan tempat itu oleh pihak PT. Metropolitan Realty International (PT MRI). Penutupan itu dilakukan pada Selasa (3/4) sore. Saat ini terdapat sekitar 260 orang pekerja yang resmi mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sedangkan selebihnya masih tidak jelas.
Menurut Wakil Ketua I Serikat Pekerja Hotel Mercure, Yusmet, penutupan itu dilakukan secara sepihak oleh pengelola. Padahal, belum ada kesepakatan antara mereka. "Penutupan dilakukan sekitar jam 17.00 WIB. Tidak ada pemberitahuan," kata Yusmet kepada wartawan di Kantor Serikat Pekerja Hotel Mercure Accor Ancol, Jakarta, Rabu (5/5). Dia mengaku baru mengetahui penutupan setelah pertemuan antara Direksi PT MRI dengan Serikat Pekerja di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa lalu.
Karyawan, mempermasalahkan pihak perusahaan yang belum membayar gaji bulan April. Padahal, berdasarkan kesepakatan, pihak perusahaan akan membayar gaji dua hari sebelum akhir bulan. "Sampai tanggal tiga belum ada kejelasan,"katanya. Dia mengklaim, akibat keterlambatan itu karyawan menjadi resah. "Kami menyayangkan penundaan pembayaran gaji,"katanya.
Selain itu, mereka juga mempermasalahkan pemberian angket dari perusahaan kepada karyawan. Angket itu, memberikan pilihan kepada karyawan untuk menerima atau tidak Accor sebagai pengelola Hotel Ex-Horison ini. Accor merupakan Perusahaan Perancis yang resmi menjadi pengelola sejak tahun 2003. "Kalau mau PHK jangan pake dasar angket tapi berdasar perjanjian kerja bersama (PKB),"ujarnya.
Dia juga mengklaim, penurunan pendapatan perusahaan bukanlah akibat kinerja karyawan yang buruk. Tetapi, akibat penutupan beberapa outlet seperti barbeque, kolam renang, Restoran Cina, dan lainnya. "Nelayan bar yang dulu bagus sekarang sudah kayak mal,"katanya.
Selain itu, Accor sebagai pengelola juga dinilai tidak profesional. Dia meragukan kompetensi Manajemen Accor. Bahkan, sebagian besar ekspatriat yang ada tidak mengerti permasalahan. Perwakilan Serikat Pekerja telah melaporkan kasus ini kepada Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Menurut dia, masalah ini juga akan dibawa ke dinas yang bersangkutan.
Ewo Raswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ratusan buruh pabrik Kong Tai dengan spanduk mendatangi PTUN Cikini raya Jakarta, Senin 24 April 2000 [Bernard Chaniago/Tempo;20000424]](/hg/photostock/2005/03/28/s_P0001193_high_thumb.jpg) |
 |
|
|
| Protes Karyawan Hotel Shangri-La
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|