Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Anggota Keluarga TKI Dilarang Menjemput

Pengusaha Angkutan dan Pedagang di Terminal TKI Resah
Selasa, 03 Mei 2005 | 14:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tangerang –Rencana Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) melarang keluarga menjemput tenaga kerja Indonesia yang baru datang di terminal tiga mulai 15 Mei, ditentang para pemilik angkutan dan pedagang yang biasa mangkal di sana.

"Pemerintah tidak punya hak melarang keluarga menjemput TKI, itu melanggar hak asasi manusia," ujar salah seorang sopir mobil sewaan yang akan mengangkut keluarga seorang TKI dari Sukaraja Sukabumi saat ditemui Tempo, Selasa (3/5.

Sebelum mengambil keputusan, kata dia, semestinya pemerintah mengkaji dulu dampaknya. Sebab, hal itu akan membuat ribu orang kehilangan pekerjaan di tengah ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya.

Menurut sopir yang tak mau disebut namanya itu, angkutan milik masyarakat untuk melayani keperluan keluarga menjemput TKI jumlahnya lebih dari 1.000 kendaraan berbagai jenis. Tarif untuk mengangkut dari Sukaraja, Sukabumi ke terminal tiga selama 12 jam pertama mencapai Rp 400 ribu. Kalau daerahnya jauh, misalnya ke wilayah Jawa Timur atau Nusa Tenggara Barat bisa mencapai Rp 2 juta.

Sejumlah pedagang di terminal tiga yang ditemui Tempo juga berharap pemerintah meninjau ulang keputusan itu. Sebab, jumlah pedagang kecil, terutama makanan dan minuman, jumlahnya cukup banyak. Namun, mereka tidak keberatan jika para pedagang ditertibkan agar kondisi terminal tidak terlihat kumuh. "Harusnya jangan dilarang tetapi diatur saja," ujar Yanto salah seorang pedagang minuman.

Pria asal Palembang ini mengaku, resah dengan rencana pemerintah itu karena untuk mencari usaha baru tidak gampang. Ibu Nining yang berjualan makanan bahkan mengaku sudah didata oleh pengelola bandara. "Maunya kami bisa berdagang terus disini. Mau kemana lagi susah cari pekerjaan," kata wanita asal Rawa Bokor itu. Joniansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Antrean TKW (Tenaga Kerja Wanita) dan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang baru tiba dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 21 Juli 2000. [DR/ Hidayat SG; 20000721]. TKW (Tenaga Kerja Wanita) berkerudung yang akan berangkat ke luar negeri di Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Tangerang, 11 Mei 2001. [TEMPO/ Bodi CH; K2A/069/2001; 20010703].
TKW Indonesia
TKW Indonesia
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malaysia Luluskan Izin 160 Ribu TKI
Fahmi Idris: Pekerja Anak Tiga Juta Orang
Jenasah TKI Dari Taiwan Sampai Di Semarang
Pemerintah Akan Buat Shelter Untuk TKI di Luar Negeri
Pembangunan Bandara di Jakarta dan Medan Diprioritaskan
Lagi, Tenaga Kerja Indonesia Disiksa
Belum Jelas Keberadaan 3 WNI yang Diculik di Sabah
Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dibuka Lagi 1 April
TKI Bukan Warga Kelas Dua
Pengiriman TKI Ilegal Digagalkan Polres Sukoharjo
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan, Pengangguran Terus Bertambah
Studi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Terhadap Jenis-Jenis Pekerjaan Berbahaya Untuk Pekerja Anak-Anak
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
Depnakertrans
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data