|
Depok
KPUD Depok Pilih Lelang untuk Logistik
Senin, 02 Mei 2005 | 19:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok melakukan penyediaan logistik untuk pemilihan kepala daerah dengan cara lelang. Cara ini memerlukan waktu yang lama mengingat penyelenggaraan pemilihan daerah di Kota Depok yang kurang dari dua bulan lagi.
Tapi, "Penunjukan langsung sangat riskan. Lebih baik kami buka lewat lelang, agar transparan dan mencegah adanya kecurigaan kecurangan di kemudian hari. Waktunya masih memungkinkan kok," kata Zulfadli hari ini, Senin (2/5).
Zulfadli menyatakan, keputusan lelang umum ini didasarkan pada Keputusan Presiden No. 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Selain alasan tadi, menurut Zulfadli, peraturan presiden yang mengijinkan penyediaan logistik lewat penunjukan langsung, baru keluar setelah KPUD membuka pendaftaran lelang, pertengahan April lalu. "Kan tidak mungkin kami membatalkan sepihak," katanya.
Zulfadli menegaskan bahwa anggota KPUD tidak terlibat dalam panitia lelang atau mereka sebut panitia pengadaan logistik. "Semua anggota panitia adalah tim dari sekretariat. Kami tidak mengintervensi, hanya memberi masukan tentang kualifikasi tender," katanya.
Ketua panitia pengadaan logistik, Yusuf Sudarman, mengatakan, pihaknya membagi lelang dalam lima bagian, yakni 63 komputer untuk panitia pemungutan suara tingkat kelurahan, surat suara, formulir C6 atau undangan untuk pemilih, kartu pemilih, dan tinta.
Menurut Yusuf, cukup banyak pengusaha yang mendaftar. Di antaranya, lelang komputer 85 peserta, surat suara 100 peserta, formulir C6 80 peserta, dan tinta 30 peserta. "Pembukaan penawaran akan kami laksanakan tanggal 11 Mei. Pemenang tender akan diperoleh sebulan sebelum pemungutan suara, sekitar 25 Mei," kata Yusuf.
Suliyanti Pakpahan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|