|
Jakarta
Kapolda Sayangkan Bentrokan TNI AD-Brimob
Senin, 02 Mei 2005 | 19:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Irjen. Pol. Firman Gani, menyayangkan terjadinya bentrokan antara TNI-AD dan Brimob pada Jumat (29/4) lalu. "Kejadian itu tidak boleh terjadi," ujar Firman hari ini, Senin (2/5).
Firman yang didampingi juru bicara Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Tjiptono, menegaskan bahwa semestinya TNI dan Polri saling mendukung karena keduanya adalah aparat negara dan aparat keamanan. Atas insiden yang terjadi di Cimanggis, Depok, itu Kepala Polda meminta dilakukan penyelidikan secara menyeluruh. "Sebab-sebabnya, siapa yang melakukan, siapa yang bersalah, dan siapa yang memulai," tegasnya. Ia menambahkan apabila sudah jelas siapa yang bersalah, maka pelaku akan dijatuhi hukuman yang berat.
Untuk menghindari kejadian serupa berulang lagi, Firman mengaku pihaknya dan TNI sudah melakukan upaya pendekatan sebulan sekali yakni olahraga bersama. "Lalu diberi penjelasan baik oleh Panglima TNI maupun Kepala Polda. Tapi itu tidak cukup, tetap harus ada upaya-upaya lain seperti ancaman hukuman," kata dia.
Tjiptono menuturkan, insiden itu bermula dari senggolan antara motor seorang tentara angkatan darat dengan seorang sipil di Jalan Raya Bogor Lama, pertigaan Pasir Gunung, Cimanggis, Depok, Jumat (29/4) lalu sekitar pukul 19.30 WIB.
Keributan itu mengundang perhatian Brigadir Kepala Rojudin dari pos polisi terdekat untuk mendatangi lokasi. Ketika itu, sang tentara langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.
Beberapa saat kemudian sekitar 20 teman tentara tadi mendatangi pos polisi dan tidak mendapati warga sipil tersebut. Karena itu, mereka merobohkan tiga sepeda motor milik polisi dan mengambil dua jaket polisi.
Setelah anggota tentara pergi, datang sejumlah anggota Brimob Kelapa Dua. Beberapa saat kemudian lewat mobil tentara yang dikemudikan Prajurit I Iwan Mustakim dari Markas Besar TNI AD. Iwan dipaksa turun dan dipukuli.
Tjiptono menyatakan bahwa peristiwa itu murni masalah individu, bukan institusi. "Kami (TNI-Polri) baik-baik saja, dan untuk kasus ini kami sudah melakukan koordinasi. Masing-masing akan menindak anggotanya yang bersalah," katanya.
Indriani Dyah S
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|