|
Tangerang
Ratusan Angkot Demo, Ribuan Penumpang Terlantar
Senin, 02 Mei 2005 | 17:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Aksi mogok yang dilakukan oleh ratusan sopir angkutan kota (angkot) dari 12 jurusan yang ada di Kota dan Kabupaten Tangerang sejak pagi hingga siang hari ini, Senin (2/5), membuat lalu lintas lumpuh dan ribuan penumpang terlantar, khususnya di Kabupaten Tangerang. Mereka memprotes trayek baru Lippo-Kotabumi yang merugikan mereka.
Di jalan-jalan utama yang biasa dilalui angkot seperti Jalan Raya Pasar Kemis, Jalan Raya Curug, Jalan Raya Serang dan jalan menuju Lippo Karawaci-Curug tidak satu pun angkutan yang beroperasi sehingga membuat jalan sedikit lengang.
Karyawan yang pulang kerja dan pelajar yang pulang sekolah terpaksa beramai-ramai berjalan kaki atau naik ojek. Sayed Alfauzan, 14 tahun, siswa Madrasah Aliyah Tangerang yang berlokasi di Kota Tangerang, harus berjalan kaki sejauh puluhan kilometer ke rumahnya di Desa Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
"Dari sekolah saya naik angkutan jurusan Lippo, tapi setelah dari Lippo menuju ke Binong, angkot R07 jurusan Lippo-Binong tidak ada sama sekali, " katanya.
Sayed menuturkan, dia dan teman-temannya sempat menunggu hampir dua jam, namun angkutan mereka tak ada juga. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki.
Sebanyak 12 jurusan angkutan atau seribu angkutan umum yang melakukan unjuk rasa pada hari itu. Mereka memblokir jalan-jalan dan menghentikan angkutan yang mencoba beroperasi. Sementara, 500 sopir bersama angkutannya demo ke kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.
Adapun ke 12 jurusan itu, di antaranya, R07 (Binong-Malabar), R08 (Pasar Kemis-Cimone), R15A (Cimone-Kotabumi), R15 (Cimone-Pasar Kemis-Kukun), A03A (Cimone-Lippo) R17 (Cikupa-Perumnas) K05 (Cimone-Curug). Menurut mereka dengan trayek baru jurusan Lippo-Kotabumi yang telah beroperasi sekitar 15 armada dari 240 armada sejak dua minggu lalu itu saling tumpah tindih dan bersinggungan dengan trayek mereka.
Sementara itu, dengar pendapat antara Komisi D DPRD dan para sopir angkutan tidak menghasilkan apa-apa. "Kami menjadwalkan besok (Selasa) pukul 10.00 WIB memanggil Dinas Perhubungan dan Organda untuk membahas masalah ini," kata Ketua komisi D, Ahmad Kurtubi Suud. Menurut dia, keputusan finalnya berada di tangan Dinas Perhubungan.
Setelah diberikan penjelasan oleh anggota dewan, sekitar Pukul 14.00 WIB para sopir itu pergi meninggalkan gedung dewan.
Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|