Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Yudhoyono Didaulat Sebagai Bapak Komersialisasi Pendidikan
Senin, 02 Mei 2005 | 15:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar seratus mahasiswa yang menamakan dirinya Forum Mahasiswa Nasional (FMN) berdemonstrasi di depan Istana Negara, hari ini, Senin (2/5), dan memberikan penghargaan kepada Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Komersialisasi Pendidikan.

Sindiran ini dituliskan dalam poster ukuran 1x2 meter persegi dengan tulisan "Hardiknas Award diberikan kepada: Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) sebagai 'Bapak Komersialisasi Pendidikan' Penghargaan ini diberikan atas usahanya dalam tidak memberikan 20% APBN untuk pendidikan, melepas tanggung jawab negara terhadap pendidikan."

Penghargaan yang mereka namakan award ini, awalnya ingin diberikan langsung para pengunjuk rasa ke Presiden SB Yudhoyono. Namun pihak kepolisian yang melakukan penjagaan, melarangnya. Akhirnya mereka tidak bisa berbuat banyak, dan membawa kembali poster award tersebut.

"Kami menggugat agar pemerintah Yudhoyono merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN," kata Ketua FMN, Harsa Krisna, dalam orasinya.

Harsa mengungkapkan, kebutuhan untuk sektor pendidikan, menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional, adalah Rp 71 triliun, di luar gaji tenaga pendidik. "Sedangkan saat ini, anggaran pendidikan tahun 2005 hanya sekitar Rp 25 triliun. Dari mana sisa Rp 51 triliun tersebut? Ternyata dibebankan kepada rakyat. Untuk itulah, pemerintah selalu berkampanye bahwa pendidikan juga tanggung jawab masyarakat," ujarnya.

Menurut rencana, mereka akan melanjutkan aksi ke kantor Departemen Pendidikan Nasional untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Aksi ini dijaga oleh puluhan anggota polisi dari Kepolisian Resort Jakarta Pusat.

Raden Rachmadi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana sekolah Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang , 11 Mei 2001 [ Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/70/2001; 20010629 ]. Suasana melihat hasil Sipenmaru/ UMPTN di Senayan, Jakarta [TEMPO/ Rini PWI; 3d/486/91; 2001/05/23].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jaringan Pendidikan untuk Keadilan Indonesia Tolak Privatisasi Pendidikan
15 Ribu Siswa Zikir Massal Peringati Hardiknas
Mahasiswa Mataram Bentrok dengan Polisi
Pendidikan Inklusif Terhalang Penerimaan Orang Tua Murid
Ribuan Massa Minta Pol Pamong Praja Dibubarkan
Aksi Damai Sambut Hari Buruh Internasional
Peringatan Hari Buruh 1Mei di Bundaran HI
Farid Gaban : Heran Sikap Polisi Bubarkan Paksa Aksi damai
Farid Gaban, Aksi Kemanusiaan Aceh Ditangkap Polisi
Buruh Sukoharjo Peringati Hari Buruh 1 Mei
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan
Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data