|
Metro
JIS Belum Beri Data Korban Pemukulan Theo ke Polisi
Jum'at, 29 April 2005 | 11:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polda Metro Jaya belum memperoleh identitas korban pemukulan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Theo F. Toemion, di Jakarta International School (JIS), Minggu (17/4) lalu.
"Kami (direktorat reserse umum) sudah minta data korban ke JIS tetapi belum diberi," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Tjiptono, kepada wartawan, Jum’at (29/4).
Semestinya JIS bersikap kooperatif, karena identitas korban diperlukan polisi untuk memperoleh keterangan dari saksi korban. Apalagi dikabarkan korban sampai dijahit sehingga perlu perlu divisum. “Visum itu yang mengeluarkan penyidik," kata Tjiptono.
Sampai saat ini sebenarnya pihak JIS belum melaporkan insiden tersebut kepada pihak yang berwajib. "Tetapi kami sudah mengambil langkah, karena kalau memang benar terjadi pemukulan, apapun itu motifnya, itu pelanggaran hukum," jelas Tjiptono.
Sejauh ini polisi telah memeriksa empat orang saksi, yakni anggota satuan pengamanan objek vital Polda Metro Jaya, Brigadir II Sofyan, Komandan Regu Satuan Pengaman JIS Priyo Santoso, serta dua anggota Satpam JIS Tatang, dan Junaedi.
Ketika ditanya keterangan apa saja yang diperoleh dari para saksi, Tjiptono menjawab, "Memang terjadi pemukulan."
Rencananya, polisi akan memeriksa saksi-saksi yang melihat, mengalami pemukulan, dan tidak menutup kemungkinan istri Theo dan anaknya juga akan diperiksa. "Setelah semua saksi diperiksa secara lengkap termasuk korban, Theo akan dipanggil," tegasnya.
Tjiptono mengungkapkan bahwa sesaat setelah kejadian, Reserse Intel Cilandak sebenarnya datang ke lokasi, tapi tidak diijinkan masuk dan hanya bertemu dengan security. Tjiptono mengakui berkembangnya dua versi kejadina insiden tersebut yaitu versi Amerika dan versi Theo. Karena itu, pihaknya ingin mengungkap bagaimana proses kejadian yang sebenarnya dan apa penyebabnya.
Insiden pemukulan oleh Theo terjadi setelah anaknya yang bernama Daniel, 7 tahun, dikeluarkan dari permainan basket. Hal itu menimbulkan kesalahpahaman dan mengakibatkan insiden pemukulan. Indriani Dyah S
INDEKS BERITA LAINNYA :
|