Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Kepulauan Seribu Akan Bangun PLTG
Kamis, 28 April 2005 | 05:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Kebutuhan listrik di Pulau Seribu semakin besar. namun belum tercukupi oleh Pembangkit Listrik tenaga Disel. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu akan menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dinilai lebih cocok. "Pembangunan PLTG merupakan pilihan yang paling sesuai untuk kawasan ini, selama ini wilayah itu mendapat suplai listrik dari pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) yang belum mencukupi serta mahal," kata
Bupati Kabupaten Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan.

Dijelaskan selama dua tahun ini Pemkab Kepulauan Seribu sedang mempersiapkan pembangunan PLTG. Investasi yang dibutuhkan tak kurang dari Rp 100 miliar untuk membangun jaringan interkoneski kabel listrik bawah laut sepanjang 200 km. Djoko lantas mencontohkan PLTG yang dikelola PT Medco untuk mensuplai listrik di Pulau Batam yang diambil dari pipa gas dari Singapura ke Jambi. Kedua PLTG itu menghasilkan 27 MW listrik. Dan kebutuhan di Batam dinilai masih kurang sehingga pemerintah Batam akan membangun lagi.

Sementara untuk Kepulauan Seribu, kata Djoko, mempunyai lapangan gas di Pulau Pabelokan yang dikelola oleh CNOOC, perusahaan minyak dari China. Dari Pabelokan terdapat pipa gas menuju Banten. Selain itu juga ada pipa gas dari Lampung ke Bekasi yang melewati Pulau Edang. "Kita dilewati dua jalur pipa gas yang tak pernah kita manfaatkan," kata Djoko.

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bekerjasama dengan ITB telah melakukan kajian awal. Dibutuhkan 200 km kabel untuk menghubungkan pulau-pulau yang ada dan per kilometernya membutuhkan Rp 500 juta. Namun kabel laut ini dapat bertahan lebih dari 30 tahun. Pihaknya juga mentargetkan AMDAL untuk proyek in juga dapat selesai tahun ini sehingga tahun 2006 sudah dimulai pembangungan konstruksi dan tahun 2007 proyek sudah dioperasikan. "Kita targetkan 2006 sudah mulai pembangunan konstruksi dan 2007 sudah beroperasi. Untuk itu semua aparat harus all out" kata Djoko .
Dian Yuliastuti-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
PLTU Suralaya dengan cerobong asap yang mengepul dilihat dari udara, Jawa Barat [ TEMPO/ Donny Metri; 32D/323/2001; 20010526 ]. PLTU Suralaya dengan cerobong asap yang mengepul dilihat dari udara, Jawa Barat [ TEMPO/ Donny Metri; 32D/323/2001; 20010526 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Bantah Akan Bangun PLTN Muria pada 2010
Jepang Ikut Memiskinkan Warga Koto Panjang
Presiden Resmikan Lumbung Energi Nasional
Besok SBY Resmikan Tiga Pembangkit Listrik
Pemilik Saham Baru PLTU Paiton Tak akan PHK Karyawan
PLTU Tarahan Lampung Selatan Mulai Dibangun
Paiton Energy Akan Bangun Pembangkit Listrik


Website

PT PLN (Persero)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data