Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pemilik Toko di Glodok Keluhkan PKL
Kamis, 28 April 2005 | 01:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Sejumlah pemilik toko di Pasar Glodok, Jakarta Barat, mengeluhkan keberadaan pedagang kakilima (PKL) di sekitar toko mereka. Mereka menganggap banyaknya PKL tersebut mempengaruhi penurunan omset, karena pembeli enggan datang ke Glodok karena terhalang PKL.

"Pendapatan jadi terus menurun karena di depan selalu macet. Kalau pembeli datang juga malah banyak yang beli di PKL," kata Riyanto, pedagang elektronik di Harco Glodok. Ia menambahkan PKL seharusnya bisa membedakan barang yang dijual. Jangan sampai menyaingi pedagang di pertokoan.\"Apalagi harga di PKL sengaja lebih murah. Itu namanya membunuh usaha kami," ujar Riyanto mengeluh.
Aldo, pedagang yang lainnya, mengatakan PKL banyak didatangi pembeli karena harganya lebih murah. "Enak saja PKL itu, mereka hanya bayar retribusi harian. Tapi kami harus sewa kios ini dengan mahal," katanya.

Andiyanto, padagang kakilima di Glodok, mengatakan selama ini pemerintah sudah menganjurkan para PKL untuk membatasi waktu berdagangnya. "PKL dianjurkan jualan hanya malam hari saja. Tapi kami rugi, karena pembeli jarang yang datang," ujarnya.

Walikota Jakarta Barat, Fadjar Panjaitan, mengatakan masalah PKL di Glodok menjadi titik perhatiannya karena bisa mengurangi penilaian Program Bangun Praja sehingga menghambat upaya Pemerintah Kotamadya Jakarta Barat untuk mempertahankan Adipura yang diraihnya tahun lalu.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus berupaya merelokasi pedagang kakilima itu melalui pengarahan-pengarahan agar mereka tidak merasa dipindah paksa. "Rencananya, mereka (PKL) itu akan ditempatkan di Pasar Perniagaan dan Pasar Glodok Jaya," kata Fadjar.

Deni Mukbar-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jakarta Sambut Delegasi Asia Afrika
Partai Demokrat Depok Tolak Intervensi Pusat
Wali Kota Anggap Sogo Jongkok Ganggu Lingkungan
Pedagang Sogo Jongkok Kecewa Pada DPRD
April, "Sogo Jongkok" Ditertibkan
Walikota Jakarta Barat Sahkan Pungutan PKL
Pedagang Kaki Lima Kota Bogor Ditertibkan Awal April
Pasar Baru Bekasi Masih Mencekam
Walikota Jaktim: Pecat Aparat yang Menerima Pungutan
"Pemindahan PKL Jangan Disertai Pungutan Liar"
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data