Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Warga Protes PLTGU Muara Tawar
Rabu, 27 April 2005 | 20:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Sekitar 300 warga melakukan aksi dengan cara membakar ban-ban bekas dan merobohkan pintu gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Warga menuding pengoperasian pembangkit menyebabkan kebisingan dan kerusakan tempat tinggal mereka.

Aksi warga dilakukan mulai pukul 09.00 WIB. Namun, tidak ada pejabat PLTGU yang menanggapinya. Meski, aksi tersebut dikawal ketat sebanyak 103 personel Polres Bekasi, warga tetap merobohkan pagar baja sepanjang 20 meter dan membakar ban-ban bekas.

Romly, Kepala Kelurahan Desa Segara Jaya mengungkapkan, akibat kegiatan enam buah cerobong asap PLTGU Muara Tawar yang beroperasi sepanjang hari sejak setahun terakhir, warga sekitar lokasi terganggu. "Padahal, sebelum ada unit baru kami tidak apa-apa, tidak terganggu," ujarnya.

Menurut Romly, akibat pengoperasian cerobong asap tersebut banyak dinding rumah warga mengalami keretakan. Selain itu, di malam hari suara bising menyebabkan warga di sekitar pembangkit terganggu. Selama ini, warga yang umumnya berprofesi sebagai buruh, nelayan dan petambak itu,sudah sepuluh kali menyampaikan keluhan dan aspirasinya kepada manajemen PLTGU. "Tapi, kami cuma dimain-mainkan, dan dijanjikan saja."

Pertemuan demi pertemuan dengan antara warga dan pengelola pembangkit (diwakili Manajer Bagian Sumber Daya Manusia Muara Tawar Taufik Nur), kata Romly, tidak menghasilkan apapun. "Tuntutan kami hanya bagaimana PLTGU bisa mengatasi kebisingan," kata Romly.

Pada pertemuan 22 April, kata Romly, pihak PLTGU memberikan pernyataan kebisingan tidak dapat dihilangkan. Sedangkan kompensasi akibat kebisingan tersebut juga tidak dipenuhi.

Warga yang paling terkena dampak akibat pengoperasian pembangkit adalah Kampung Paljaya dan Kampung Mandala Jaya (terdiri dari RT 1, 2 dan 3). Sebab, lokasi tempat tinggal warga dalam radius sekitar 10 sampai 20 meter dari pagar pengaman kawasan PLTGU.

Dalam pertemuan dengan manajemen PLTGU Muara Tawar warga menuntut agar pengelola pembangkit agar menghentikan kebisingan yang ditimbulkan cerobong asap. Warga mengungkapkan, getaran cerobong berdampak sejauh 300 sampai 400 meter. Mereka mengungkapkan, jumlah rumah yang mengalami keretakan sekitar 400 rumah.

Pertemuan sempat berlangsung tegang ketika, Manajer Bagian Operasi PLTGU Muara Tawar Bagio Priyanto, sembari ngototmengatakan, pihaknya selama ini tidak tinggal diam atas keluhan warga. Teknisi pembangkit, kata dia, sudah berupaya melakukan peredaman enam cerobong asap. "Dari enam cerobong, sudah lima yang kami upayakan diredam," katanya.

Suara bising, yang muncul dari cerobong akibat beroperasinya generator, kata Bagio, tidak dapat dihilangkan. Kebisingan yang ditimbulkan dinilai masih dalam batas standar kebisingan.

Bagio mengatakan, tuntutan warga agar pengoperasian pembangkit dihentikan bukan wewenangnya. "Tapi wewenang Menteri (Energi dan Sumber Daya Mineral, red)," ujarnya. Mengenai tuntutan kompensasi pihaknya tidak dapat memenuhinya. Sebab, dalam peraturan PLN, tidak ada aturan mengenai ganti rugi kepada warga. "Itu memang hak warga kalau menuntut, tapi kalau bisa lewat jalur hukum."

Siswanto-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000.  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718]. Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000.  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].
Papan Indeks Pencemaran Udara
Papan Indeks Pencemaran Udara
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Peledakan Jumlah Plankton Penyebab Kematian Ikan di Ancol
Gabungan Instansi Turun Pantau Kematian Ikan
Ratusan Ikan Ditemukan Mati Di Pantai Festival
Lima Pantai di Teluk Jakarta Diteliti
Tahun Ini, KLH Nilai Kelayakan 460 Perusahaan
Ratusan Warga Protes Pencemaran Sungai
Bangunan dan Pabrik Abaikan Standar Lingkungan
Berkas Dakwaan Newmont Akan Segera Rampung
PM Thailand Kecam Kekerasan Berkedok Agama
Sidang Kasus Newmont Dijadwalkan 12 April
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI Nomor 10/2000 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data