Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Pengucuran Dana Keagamaan Tangerang Diperketat
Rabu, 27 April 2005 | 09:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memperketat pengucuran dana keagamaan sebesar Rp 4,6 milyar yang dianggarkan dalam APBD 2005. Dana sebesar itu akan dikucurkan melalui dinas sosial setempat. Pengetatan ini dilakukan setelah pada periode 2003-2004, kucuran dana sebesar Rp 5,7 miluar diselewengkan oleh para anggota DPRD. Kini tersangka korupsi dana itu sedang di meja hijaukan.

Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, pemerintah berjanji akan memperketat pengucuran dana stimulan itu. Penyaluran dana untuk sarana keagamaan tersebut akan diatur dalam surat keputusan (SK) Bupati Tangerang. "SK Bupati yang akan segera diterbitkan ini akan mengatur tentang teknis penyaluran dan siapa yang berhak menerima bantuan tersebut," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Subarnas, Selasa (26/7).

Dalam SK Bupati itu, menurut Subarnas, juga akan mengatur tentang pembentukan tim untuk turun ke lapangan, dan menyeleksi siapa saja yang akan menerima bantuan itu. Tim ini juga untuk mencari tahu kebenaran data para pemohon dana, seperti alamat karena tidak menutup kemungkinan alamat pemohon fiktif.

Adapun tim yang akan dibentuk tersebut terdiri dari perwakilan Dinas Kesejahteraan Sosial, Departemen Agama (Depag), dan MUI. Subarnas tidak menampik ketika disinggung pola penyaluran dana stimulan ini untuk menghindari penyimpangan dan salah sasaran. "Kami menyebutnya pola penyaluran yang diatur dalam SK Bupati Tangerang ini dimaksudkan untuk pengendalian agar dana itu benar-benar dapat dianfaatkan oleh masyarakat," kata dia.

Dikatakan Subarnas, pengucuran dana sebesar 4,8 miliar ini akan dibagi dua yaitu untuk bantuan pengembangan dan pembinaan keagamaan sebesar Rp 2,5 milar dan bantuan untuk madrasah dan sekolah swasta (Inbal swadaya untuk rehabilitasi dan penambahan ruang kelas) sebesar Rp 2,3 miliar. Menurut Subarnas, untuk menghindari data fiktif, pihaknya akan meminta pengajuan proposal dilengkapi dengan bio data diri yang lengkap termasuk KTP dan berkas-berkas yang bisa dipertangung jawabkan dan kemudian disurvey.

Dengan anggaran sebesar itu, kata dia, pemerintah harus bisa memaksimalkan pemanfaatannya. Sampai Maret 2005 ini saja sudah ada sekitar 300 buah proposal yang masuk ke dinas sosial. Ditambah lagi ada sekitar 670 buah proposal sisa tahun 2004 yang belum direalisasikan.

Seperti diketahui, dana stimulan tahun 2004 yang besarnya Rp 5 miliar, sekitar Rp 3,3 miliar diduga diselewengkan oleh fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Tangerang. Awalnya, proses penyaluran tersebut, pihak penerima bantuan direkomendasikan oleh Fraksi di DPRD, dan calon penerima mengambil langsung ke dinas sosial. Namun pada perkembangan selanjutnya, Masing-masing fraksi mengambil sendiri dana itu dan hasilnya dugaan penyimpangan pun terkuak. Kasus ini masih ditangani oleh Kejaksaan Negeri tangerang. Sejauh ini, pihak kejaksaan telah menetapkan dua tersangak diantaranya ketua Fraksi Partai Bulan Bintang, Samsudin dan mantan kepala dinas sosial, wildanul Firdaus.

joniansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes terhadap APBD DKI Jakarta dengan spanduk rakyat setahun dapat Rp 809, gubernur setahun dapat duit 87 milyar, DPRD setahun dapat duit Rp 978 jt perorang dari APBD, APBD untuk kesejahteraan rakyat di PN Jakarta Pusat, 3/05/01 [Koran TEMPO/ Roy Rubi Protes tukang becak yang tergabung dalam Koalisi Ornop untuk Transparasi Anggaran (KOTA) dengan spanduk
Protes Tukang Becak

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jakarta Sambut Delegasi Asia Afrika
Partai Demokrat Depok Tolak Intervensi Pusat
Wali Kota Anggap Sogo Jongkok Ganggu Lingkungan
Pedagang Sogo Jongkok Kecewa Pada DPRD
Polisi Periksa Sejumlah Petugas PT Kereta Api
Para Kepala Sekolah Bingung Salurkan Dana Hibah
Dana Block Grant Tak Boleh Diubah Fungsi
Dirut Duren Sawit: Dana Rp 1,2 miliar Bukan Kelebihan Pembelian
Penyelewengan Dana Beasiswa Juga Di Kalideres
Sejumlah Proyek di Solo Terbengkelai
> selengkapnya...


Website

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
DPRD DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data