|
Bekasi
Laut dan Teluk Jakarta Banyak Sampah, Siapa Salah?
Selasa, 26 April 2005 | 15:23 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Hamparan sampah berupa minyak dan sampah padat mampir ke laut dan teluk Jakarta. Pemandangan sampah sehari-hari yang tak mengenakkan itu, menurut Kepala Sub Dinas Kebersihan Bagian Teknik Operasional DKI Jakarta, Rusman, belum ada pemecahanya. "Sampai sekarang, kelembagaan mana yang bertanggung jawab mengelola dan menangani sampah laut, belum jelas,"kata Rusman seusai Seminar Nasional Malapetaka Sampah Memilih Opsi Percepatan Pengesahan Rencana Undang-Undang Persampahan, di Hotel Horison Kota Bekasi, Selasa (26/4).
Menurut Rusman sampah-sampah itu berasal dari daerah lain. Sampah-sampah itu akan mengotori wilayah Jakarta yang mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sedap di pandang mata. "Sampah muncul pada saat terjadi arus laut. Dari provinsi lain,"katanya.
Pembicaraan dan penanganan mengenai masalah persampahan di laut itu, sudah digembar-gemborkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Tetapi, sampai kini, belum membuahkan pemecahan mengenai pengelolanya dan lembaga yang harus bertangung jawab menanganinya.
Sejauh ini upaya yang dilakukan Pemerintah DKI untuk mengatasi kondisi semrawut, baru sebatas mengambil langkah dengan menyingkirkan sedikit demi sedikit sampah yang kandas di pantai terdekat dengan daratan. "Penanganannya, ya, baru sebatas yang di pinggir-pinggir pantai,"kata Rusman.
Selama ini, pemerintah DKI Jakarta selalu kebingungan untuk menangani lingkungan kelautan yang dibikin semrawut oleh serbuan sampah. Oleh karena itu, dalam seminar yang mendesak segera disahkan undang-undang persampahan itu, Rusman mengusulkan segera diperjelas lembaga yang menanganinya. "Siapa yang mengelola sampah di laut? Kami minta ini dimasukkan dalam undang-undang yang menjadi payung hukum. Dinas Kebersihan pemerintah daerah, Departemen Kelautan, atau Departemen Pertambangan?"ujar Rusman.
Siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|