Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Depok

DPRD Depok Minta Pembangunan SPBU Dihentikan
Senin, 25 April 2005 | 11:05 WIB

TEMPO Interaktif, Depok:Pembangunan sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Depok yang prosesnya telah mencapai 60 persen terancam terhenti. Ketua Komisi Pembangunan DPRD Depok, Siswanto, mengatakan pimpinan DPRD telah mengirimkan surat kepada wali kota untuk menghentikan proses pembangunan SPBU itu.

"Hari ini (25/4) pemerintah kota seharusnya sudah bertindak karena suratnya telah dikirim hari Kamis (21/4) kemarin," kata Siswanto kepada Tempo di DPRD Depok, Senin (25/4).

Alasan utama penghentian itu karena Mulyana, pemilik SPBU yang berlokasi di Jalan Cipagas, Kecamatan Cimanggis, belum memiliki rekomendasi teknis dari Pertamina.

"Padahal SPBU itu hanya berjarak 39 meter dari jalur Cipagas. Itu melanggar Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2003 tentang Garis Sempadan di mana batas minimal bangunan dari jalur Cipagas adalah 50 meter," kata Siswanto.

Komisi Pembangunan menyatakan, pembangunan baru bisa dilanjutkan jika rekomendasi teknis telah diperoleh pemilik. "Kalau Pertamina mau mengeluarkan, pasti perkiraan aman sudah terjamin," katanya lagi.

Anggota Komisi Pembangunan yang lain, Rintisyanto, juga kecewa terhadap pemerintah kota (pemkot) yang tidak tanggap. "Bayangkan jika terjadi ledakan. Efeknya akan terasa dari Cirebon hingga Serang," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat itu.

Rintis menilai, Dinas Tata Kota yang mengeluarkan izin pembagungan dan set plan sangat teledor. "Kami harap Pemkot juga menindak Dinas Tata Kota," kata Rintis yang menyebutkan set plan ditandatangani oleh ketua Dinas Tata Kota sebelumnya yakni Rendra Fristoto, dan gambar dikeluarkan oleh salah seorang kepala bagian Dinas Tata Kota bernama Firmansyah.

Komisi Pembangunan mengakui terlambat mengantisipasi pembangunan SBPU itu. "Kami baru mendapat laporan masyarakat setelah ciri-ciri bangunan SPBU terlihat.

suliyanti

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Oli Mesran Kaleng, Jakarta,  9 Juni 2000. [TEMPO/ Robin Ong; 30d/116/2000; 2000/06/22]. Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan sungai Ciliwung, 1872 [Woodbury & Page].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010128-061
Oli Mesran
Gajah Mada, Hayam Wuruk, Ciliwung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Penuhi Suplai Gas Pabrik Pupuk
Pertamina Kesulitan Mendapatkan LNG
Pertamina Kembali Akan Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Plus
KPPU Tidak Bawa Berkas, Sidang Ditunda
BPK Akan Audit Pemasok dan Distributor BBM
Polisi Tetap Segel SPBU Pengoplos BBM
Kwik Usul DPR Gunakan Hak Angket
Depot Pertamina Solo Disegel Mahasiswa
ConocoPhilips akan Angkut Minyak dengan Kapal Tongkang
KPK Terus Ungkap Kasus Penjualan Kapal Tanker Pertamina
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas
PP RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota
> selengkapnya...

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data